pesawat terbang, transportasi, pesawat, langit, Perjalanan udara, outdoor, Perusahaan penerbangan, pesawat terbang sipil, jet, Terbang, kendaraan, sayap, Mesin pesawat terbang, biru, Mesin jet, penerbangan, Twinjet, Rekayasa dirgantara, Pesawat lorong tunggal, Pesawat jet, Layanan, Boeing 737 generasi berikutnya, airbus, udara, Bandara

Misteri: Pesawat Garuda Indonesia Dengan Kabin First Class Sekarang Dioperasikan di Rute…. Doha?

Garuda Indonesia memiliki 2 pesawat Boeing 777-300 dengan 3 cabin configuration di mana dua pesawat dengan nomor registrasi pesawat PK-GIG dan PK-GIF tersebut memiliki kabin First Class.

Karena saya memiliki kepentingan (kebetulan, calon adik ipar saya akan terbang Garuda Indonesia First Class beserta dengan istrinya) dan saya membaca berita bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris dan Swiss, maka saya merasa harus melakukan sedikit riset.

Untuk kunjungan kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto dan rombongannya menggunakan pesawat Boeing 777-300 dengan nomor registrasi PK-GIG.

Pesawat PK-GIG ini sendiri berdasarkan informasi dari FlightRadar24 seringkali melayani penerbangan rute Denpasar (DPS) – Tokyo Narita (NRT) ataupun Jakarta (CGK) – Tokyo Haneda (HND). Cukup standar.

Kejutan muncul ketika saya mengecek pesawat Boeing 777-300 dengan nomor registrasi PK-GIF. Usut punya usut, sejak 8 Januari 2026 lalu pesawat dengan kabin First Class ini rutin menerbangan rute Jakarta (CGK) – Doha (DOH).

teks, cuplikan layar, nomor, Font
Log penerbangan pesawat PK-GIF yang saya kutip dari flightaware

Lebih misterinya lagi….. pesawat dengan kabin First Class ini tidak menjual kabin First Class-nya baik menggunakan poin ataupun cash fare, what the heck?

teks, cuplikan layar, Font, nomor
Garuda Indonesia tidak menjual penerbangan di kabin First Class meskipun pesawat mereka memiliki First Class, sungguh misteri

Saya tidak mau suudzon, tapi bukankah hal ini merupakan sebuah kesempatan untuk menambah revenue Garuda Indonesia? Terlebih kabin First Class memiliki margin yang sangat tinggi dan Garuda Indonesia memiliki kesempatan untuk menjual 8 kursi di kabin First Class setiap harinya.

Sungguh misteri, tapi apalah saya…. hanya sebutir debu di antara segudang kepentingan yang ada di maskapai Flag Carrier asal Indonesia ini.


Baca juga: Private Placement 30 Triliun Rupiah Dari Danantara & Pergantian Direktur Utama Garuda Indonesia: Apa Implikasinya Bagi Member GarudaMiles?

Baca juga: BACKTRACK – Garuda Indonesia Membatalkan Seluruh Kebijakan Devaluasi dan Mengubah Devaluasi Permanen 30% Menjadi Sementara Saja


Penutup

Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat dengan kabin First Class ke Doha… namun tidak menjual seat untuk First Class sama sekali.

Sungguh saya tidak bisa berkata apa-apa sama sekali. Alih-alih menggunakan pesawat dengan kabin First Class ke rute yang jelas memiliki demand seperti Amsterdam, mereka malah menggunakan pesawat ini untuk terbang ke rute yang menurut saya feasibility-nya diragukan yaitu Doha.

Saya tidak tahu apa ide jenius (atau konspirasi) di balik keputusan Garuda Indonesia menerbangkan 1 dari 2 pesawat dengan kabin First Class mereka ke Doha ini tapi tidak menjual seat First Class tersebut.

Saya hanya berharap pesawat PK-GIF ini akan dioperasikan untuk rute Denpasar (DPS) – Tokyo Narita (NRT) menggantikan pesawat PK-GIG yang sedang digunakan untuk tugas kenegaraan.

Panggil saya egois, tapi saya hanya berharap calon adik ipar saya dan istrinya bisa terbang Garuda Indonesia First Class (karena pesawat mereka sudah diganti sekali oleh Garuda Indonesia dan terpaksa reschedule jadwal penerbangan) dan menikmati salah satu penerbangan First Class yang well-balanced dan langka ini.

Oleh karena itu, doa kecil saya adalah semoga tugas kenegaraan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto cepat selesai dan sukses atau pesawat dengan kabin First Class satunya yaitu PK-GIF segera dioperasikan di rute Tokyo Narita dan bukan Doha.

Apa pendapat Anda mengenai keputusan Garuda Indonesia menerbangkan pesawat dengan kabin First Class ke Doha ini?

Share

15 comments
  1. Bukan mau Suudzon atau menyangkut-pautkan dengan Konspirasi atau apapun itu, mungkin First Class Garuda Indonesia tidak dijual untuk XCU (Extra Crew) yg diberangkatkan ke DOH. Sedangkan untuk Crew aktif sudah menggunakan ruang Crew Rest yg ada di Pesawat tersebut.

    Wallahu’alam Bishawab

    1. GA & QR have strong partnership. They do have strategic partnership. So, CGK – DOH are a good sector for GA for a better load factor that can feed DOH- EUROPE NOR US destination.

  2. Pantas saja dari desember sampai sekrang saya coba cari penerbangan first class tujuan narita selalu keluar something wrong dan tidak ada pilihan penerbangannya

    Saya sangat berharap penerbangannya bisa dibuka untuk pertengahan tahun ini dari bali ke narita agar saya bisa ajak istri saya yang sedang hamil untuk babymoon

    Doa saya semoga bisa terwujud dan saya bisa ajak istri saya mencoba naik first class dengan redeem point yang sudah saya kumpulkan

  3. Saya pensiunan udara, mengenal operasional airline. Menurut saya, jika Garuda tidak merubah manajemen operasionalnya secara total maa Garuda akan terus dirundung kerugian, boro” mencari keuntunga. Terutama Senayan tidak usah ikut campur dalam urusan Garuda.

    1. Prio,

      Senayan yang memberikan suntikan dana ke Garuda Indonesia…. jadi Senayan berhak menentukan arah dan penggunaan pesawat Garuda untuk VVVVIP guests.
      After all, di +62 ini semua transaksional.

  4. Setau saya memang first class di garuda tidak di commersilkan. Karena desember kemarin saya dari Doha dan terlihat kosong

  5. Emang garuda lagi gak jelas…

    Btw agak bingung “calon adek ipar saya dan istri ya”
    Hehehehee agak ga masuk deh dalam.pikiran saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.