Garuda Indonesia memiliki 2 pesawat Boeing 777-300 dengan 3 cabin configuration di mana dua pesawat dengan nomor registrasi pesawat PK-GIG dan PK-GIF tersebut memiliki kabin First Class.
Karena saya memiliki kepentingan (kebetulan, calon adik ipar saya akan terbang Garuda Indonesia First Class beserta dengan istrinya) dan saya membaca berita bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris dan Swiss, maka saya merasa harus melakukan sedikit riset.
Untuk kunjungan kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto dan rombongannya menggunakan pesawat Boeing 777-300 dengan nomor registrasi PK-GIG.
Pesawat PK-GIG ini sendiri berdasarkan informasi dari FlightRadar24 seringkali melayani penerbangan rute Denpasar (DPS) – Tokyo Narita (NRT) ataupun Jakarta (CGK) – Tokyo Haneda (HND). Cukup standar.

Kejutan muncul ketika saya mengecek pesawat Boeing 777-300 dengan nomor registrasi PK-GIF. Usut punya usut, sejak 8 Januari 2026 lalu pesawat dengan kabin First Class ini rutin menerbangan rute Jakarta (CGK) – Doha (DOH).

Lebih misterinya lagi….. pesawat dengan kabin First Class ini tidak menjual kabin First Class-nya baik menggunakan poin ataupun cash fare, what the heck?

Saya tidak mau suudzon, tapi bukankah hal ini merupakan sebuah kesempatan untuk menambah revenue Garuda Indonesia? Terlebih kabin First Class memiliki margin yang sangat tinggi dan Garuda Indonesia memiliki kesempatan untuk menjual 8 kursi di kabin First Class setiap harinya.
Sungguh misteri, tapi apalah saya…. hanya sebutir debu di antara segudang kepentingan yang ada di maskapai Flag Carrier asal Indonesia ini.
Penutup
Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat dengan kabin First Class ke Doha… namun tidak menjual seat untuk First Class sama sekali.
Sungguh saya tidak bisa berkata apa-apa sama sekali. Alih-alih menggunakan pesawat dengan kabin First Class ke rute yang jelas memiliki demand seperti Amsterdam, mereka malah menggunakan pesawat ini untuk terbang ke rute yang menurut saya feasibility-nya diragukan yaitu Doha.

Saya tidak tahu apa ide jenius (atau konspirasi) di balik keputusan Garuda Indonesia menerbangkan 1 dari 2 pesawat dengan kabin First Class mereka ke Doha ini tapi tidak menjual seat First Class tersebut.
Saya hanya berharap pesawat PK-GIF ini akan dioperasikan untuk rute Denpasar (DPS) – Tokyo Narita (NRT) menggantikan pesawat PK-GIG yang sedang digunakan untuk tugas kenegaraan.
Panggil saya egois, tapi saya hanya berharap calon adik ipar saya dan istrinya bisa terbang Garuda Indonesia First Class (karena pesawat mereka sudah diganti sekali oleh Garuda Indonesia dan terpaksa reschedule jadwal penerbangan) dan menikmati salah satu penerbangan First Class yang well-balanced dan langka ini.
Oleh karena itu, doa kecil saya adalah semoga tugas kenegaraan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto cepat selesai dan sukses atau pesawat dengan kabin First Class satunya yaitu PK-GIF segera dioperasikan di rute Tokyo Narita dan bukan Doha.