Menginap di hotel-hotel mewah tentu saja adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya yang notabene seorang penikmat hotel. The St. Regis Singapore menjadi hotel mewah berikutnya yang berhasil saya coba dan pengalaman menginap kala itu sangatlah positif. Beberapa teman sempat menyarankan untuk skip menginap di hotel ini dikarenakan menurut mereka hotelnya terasa tua, happy to report bahwa hotel ini tengah mengadakan renovasi peremajaan yang dibagi menjadi beberapa tahapan.
The St. Regis adalah sebuah brand hotel luxury yang berada di bawah naungan program loyalti Marriott Bonvoy. Kehadirannya di Marriott Bonvoy bersanding dengan brand lainnya seperti: EDITION, The Ritz-Carlton, The Luxury Collection, W Hotels, dan JW Marriott.
Hotel yang berlokasi di jalan Tanglin ini berdekatan dengan jalan Orchard yang padat turis dan tak jauh dari hotel The Singapore EDITION maupun hotel Conrad Singapore Orchard yang juga sempat saya ulas sebelumnya. The St. Regis Singapore menempati sebuah bangunan pencakar langit dengan sebagian facade-nya dilapis chrome yang membuatnya terasa futuristik dan kontemporer.

Baca Juga: Hotel Review: The Singapore EDITION
Baca Juga: Hotel Review: Conrad Singapore Orchard
Di dalam post ini:
The St. Regis Singapore: Pemesanan
Tak berbeda dengan kunjungan di bulan sebelumnya, kunjungan ke Singapore di bulan Maret ini juga sangatlah singkat hanya satu malam saja. Misi ke Singapore kali ini adalah untuk medical purposes di rumah sakit Gleneagles yang conveniently berada tak jauh dari The St. Regis Singapore. Hanya diperlukan sekitar 12 menit berjalan kaki untuk mencapai rumah sakit dari hotel ini.
Saya melakukan pemesanan melalui apps Marriott Bonvoy sekitar 1.5 bulan sebelum periode stay dan memilih kamar dengan tipe Larger Guest Room, 2 Double Beds. Selesai melakukan pemesanan, saya langsung mencoba peruntungan saya dengan menggunakan 1 sertifikat Nightly Upgrade Award (NUA) yang saya miliki dan memilih 2 tipe kamar teratas yang mereka tawarkan.
Dua tipe kamar yang saya pilih adalah:
- Premier Specialty Suite, 1 Bedroom Executive Suite, 1 King, Botanic Garden View, Top Floor
- Specialty Suite, 1 Bedroom Larger Suite, 1 King, Botanic Garden View, Higher Floor

Semakin mendekati tanggal menginap saya secara periodik mengecek surel dan berharap mendapatkan berita baik dari percobaan peruntungan NUA ini. Akhirnya di h-1 saya mendapatkan kabar gembira dengan dikabulkannya NUA saya ke tipe kamar Premier Specialty Suite. Ini adalah upgrade kamar yang sangat substansial karena tipe ini adalah tipe kamar yang berada satu tingkat di bawah tipe kamar terbaiknya yaitu Presidential Suite. Color me impressed!
Sertifikat Nightly Upgrade Award ini saya dapatkan saat saya berhasil menyelesaikan malam ke 50 di tahun 2024. Penggunaan NUA ini sifatnya lebih ke peruntungan dan sepertinya 2025 ini adalah tahun keberuntungan saya karena 2 NUA yang saya pakai membawa saya menginap di tipe-tipe kamar spesial seperti Premier Specialty Suite di The St. Regis Singapore dan juga Beachfront Villa di The Westin Langkawi Resort & Spa yang telah saya ulas sebelum ini. Saya sangat menyarankan para pembaca yang kerap bepergian untuk memiliki setidaknya satu keanggotaan elit di program loyalti hotel yang tepat dengan situasi dan kondisi Anda. Pelajari berbagai macam trik dan tips praktisnya dengan mengikuti PinterPoin Masterclass yang kami adakan secara periodik melalui tautan ini.

The St. Regis Singapore: Check-In
Saya melakukan apps check-in dan berharap mendapat early check-in pukul 10:30 dikarenakan kami mengambil jadwal terpagi terbang dari DPS dengan Singapore Airlines. Keterbatasan waktu yang kami miliki saat itu membuat early check-in terasa sangat penting dan tibalah kami di depan pintu utama hotel sekitar pukul 11:00.
Pak Raheem yang berjaga di area drop-off menyambut kedatangan kami dan membantu menurunkan barang-barang bawaan kami dari taksi. Ia meng-address saya dengan nama belakang saya yang tentunya cukup mengagetkan karena ini adalah kali pertamanya saya menginap di sini dan kami tidak menggunakan jasa penjemputan dari hotel. Rupanya beliau melirik luggage tag dengan nama lengkap saya tertera di sana tanpa saya sadari.
Beliau terlihat sangat ramah dan sangat sigap mengamankan koper-koper sambil menyodori kami masing-masing sebotol air minum. Kami dibawa masuk ke dalam lobi dan menjelaskan bahwa hotel tengah dalam fase renovasi yang terlihat dengan beberapa tempat ditutup partisi.







Memang, beberapa hari sebelum kedatangan saya telah menerima surel yang menjelaskan bahwa persis di tanggal kedatangan saya akan terdapat penutupan beberapa venue seperti: Astor Grill, The Drawing Room, dan beberapa kamar tamu. Rupanya area penerimaan juga terdampak penutupan dan untuk sementara waktu dipindahkan ke dalam area meeting room.
Tentu saja partisi-partisi ini membuat area lobi utama tidak terlihat bagus dan tidaklah ideal namun hal ini adalah sesuatu yang sangat wajar untuk peremajaan hotel. Renovasi area-area ini dimulai sejak tanggal 17 Maret 2025 dan akan selesai di tanggal 25 Mei 2025.




Pukul 11:00 bukanlah jam reguler untuk check-in maka situasi di area front desk tidaklah ramai dan kami langsung ditangani oleh seorang resepsionis yang bertugas. Selesai dengan proses registrasi, ia menjelaskan mengenai semua aspek hotel dan mengkonfirmasi bahwa kami mendapat upgrade ke tipe Premier Specialty Suite. Kamar juga telah selesai dipersiapkan sehingga dapat langsung kami masuki, ia berinisiatif untuk memberi late check-out hingga pukul 16:00.
Saya menjelaskan bahwa saya tidak memerlukan late check-out karena di tengah hari sudah harus sampai kembali ke bandara Changi untuk terbang ke Kuala Lumpur. Ia mengatakan bahwa itu tidak menjadi masalah, kamar tetap diset untuk check out di pukul 16:00, just in case kami memerlukan late check-out esok hari. Great service!

Selesai dengan registrasi, kami bergegas berjalan arah lift untuk menuju ke kamar kami di lantai 20. Lantai 20 ini adalah lantai tertinggi dari hotel The St. Regis Singapore. Terlepas dari beberapa common areas penting yang sedang tutup karena renovasi, saya masih merasa beruntung karena kamar yang akan kami tempati ini adalah kamar yang telah direnovasi.

The St. Regis Singapore: Premier Specialty Suite, 1 Bedroom Executive Suite, 1 King, Botanic Garden view, Top floor
The St. Regis Singapore mengadopsi gaya mewah klasik khas Eropa yang membuatnya terasa timeless dan secara disain tentunya tak mudah ketinggalan zaman. Hallway terlihat mewah dengan panel-panel dinding berlapis lacquered warna coklat gelap yang merupakan material yang terbilang mahal. Saya sempat sedikit bingung saat sampai di lantai 20 karena tidak ada penunjuk nomor kamar 2001 yang kami tempati.
Pintu kamar berukuran besar dan berat sehingga dari saat pertama kali memasuki ruangan saya sudah bisa menebak kalau kamar saya ini akan kedap suara, ditambah lokasi kamar yang berada di sudut bangunan tanpa tetangga tentunya tidak banyak orang berlalu lalang di depan area kamar.



Pak Raheem menyusul masuk ke kamar sambil mengantarkan barang bawaan kami dan menjelaskan aspek-aspek kamar sambil berbincang ringan dan dari perbincangan ini ia menjelaskan bahwa ia telah mengabdi di hotel ini sejak pertama kali hotel beroperasi yakni selama 17 tahun lebih. Wow!
Suite spesial ini berukuran 135 meter persegi dan menurut petugas resepsionis yang membantu registrasi, hanya ada 2 tersedia di hotel ini. Baik hati sekali Marriott Bonvoy memperkenankan saya menginap di tipe kamar ini. Selepas masuk kamar terdapat sebuah foyer kecil dan dari sana terdapat 2 pintu.
Pintu pertama adalah untuk menuju area servis dengan meja ‘pantry‘ dengan wastafel dan lemari dengan minibar, kulkas, teh dan kopi. Teh menggunakan teh dari TWG dan kopi menggunakan kopi kapsul dari Nespresso. Di area ini juga tersedia sebuah faucet air minum dan juga terdapat pintu untuk menuju ke arah hallway sisi lain dari bangunan. Jadi kamar ini bisa diakses dari kedua sisi kamar yaitu dari pintu utama kamar dan juga dari pintu belakang di area pantry.





Minibar tidak serta-merta disediakan di dalam kamar dan bisa langsung diminta melalui layanan Butler. Butler service adalah salah satu layanan yang disediakan di seluruh hotel The St. Regis sedunia, namun pada stay ini saya tidak mendapati adanya butler khusus yang menangani kami.
Biasanya butler akan mengantar para tamu ke kamar dan akan menawarkan beberapa pelayanan khusus seperti: membantu unpack atau mengemas kembali koper, menyediakan minuman seperti kopi atau teh, dan pelayanan-pelayanan lain yang sekiranya diperlukan oleh para tamu.


Premier Specialty Suite nomor 2001 ini dilengkapi dengan sebuah living room berukuran lega dengan sebuah ruang tamu, sebuah meja makan dengan 6 kursi, dan juga sebuah work station. Kamar yang telah sepenuhnya direnovasi ini memang sudah terasa ‘baru’ dan ter-update.
Correct me if I’m wrong, sepertinya semua aspek permanen yang menempel (selain lantai) dari kamar ini tidak banyak diubah, hanya renovasi secara kosmetik saja. Dapat dilihat dari perubahan wallpaper, korden, dan profil dinding menjadi berwarna netral juga dengan pemilihan karpet yang terasa kekinian. Parket lantai sepertinya juga diganti dari yang sebelumnya berwarna gelap menjadi parket berwarna natural yang lebih terang.


Renovasi kosmetik dengan pemilihan perabotan baru yang terlihat lebih moderen ini menurut saya berhasil membuatnya berbeda dengan style sebelumnya yang tradisional klasik Eropa. Tentu saja tetaplah terasa klasik old school namun sentuhan moderen kontemporer ini membuatnya terlihat lebih muda dan stylish.
Saya tidak akan berbicara banyak mengenai disain yang tentunya subyektif dan rentan untuk diperdebatkan. Menurut pendapat saya pribadi ada beberapa elemen yang mungkin kurang pas untuk preferensi saya namun saya sangat mengapresiasi dan menikmati kamar setelah renovasi ini.


Balkoni berada di dekat area meja makan dengan luasan yang cukup besar dan dilengkapi dengan sebuah meja pendek dengan 2 kursi untuk bersantai sambil menikmati pemandangan perkotaan.


Sebuah welcome letter dan semangkuk buah-buahan segar sebagai welcome amenity telah menunggu di meja di ruang tamu. Bertetanggaan dengan ruang tamu adalah sebuah work station yang ditempatkan pada seting berdinding lapis lacquered mewah dengan lemari lengkap dengan hiasan artworks dan buku-buku coffee table.
Powder room disediakan di sisi ruangan ini yang tentunya akan sangat berguna apabila berniat untuk mengundang tamu berkunjung ke kamar. Powder room ini tak kalah mewah dengan dinding berlapis lacquered sepenuhnya dengan wastafel kaca bening dan juga kloset canggih berteknologi Jepang. Lapisan lacquered ini tentu saja membuat powder room terasa mewah namun dikarenakan warnanya yang gelap membuatnya terasa gelap juga.




Kamar suite ini memisahkan antara living area yang bisa dibilang ‘publik’ dan area privasi dengan sebuah pintu. Melewati pintu ini kami dapat mengakses area privasi seperti: ruangan walk-in closet, meja rias, kamar mandi, dan tentunya kamar tidur.

Walk-in closet terasa fungsional dengan bentuk ruangan berupa kotak dengan rak koper maupun lemari dengan banyak rak. Tergantung di dinding sisi sebelah rak koper adalah sleeves untuk menu laundry beserta plastik laundry-nya dan juga sikat maupun sendok sepatu.
Di sisi gantungan baju telah disediakan beberapa macam hanger pakaian, sebuah bath robe, rak koper lipat tambahan, payung, dan bantal tambahan. Rak pakaian di sebelah area gantungan baju dipergunakan untuk menyimpan safe deposit box, laundry bags, kantong sepatu, tas kertas dengan logo hotel, dan juga rak khusus untuk dasi.







Kamar mandi sepertinya tidak banyak mengalami renovasi, saya melihat hanya bath tub saja yang terlihat berbeda dengan foto yang disediakan di website hotel. Selain bath tub, kamar mandi ini dilengkapi dengan double vanities, ruang shower, dan ruang kloset. Dari dalam kamar mandi ini terdapat kaca bening mengarah ke kamar tidur dengan partisi privasi dapat dibuka tutup sesuai keinginan.


Double vanities full marmer dan kombinasi lacquered terasa klasik. Amenities mandi seperti biasanya ditaruh berjajar di permukaan wastafel. The St. Regis sedunia sekarang ini mengadopsi 3 merek toiletries yang berbeda-beda untuk rambut, badan, dan juga wajah. Too much? I love it! 🙂
Merk toiletries yang dipilih untuk rambut adalah Sachajuan sedangkan untuk badan adalah dari brand Sodashi dan untuk wajah adalah dari REN. Saya perhatikan setelah sekian lama The St. Regis menggunakan brand Laboratoire Remède, mereka sempat berpindah untuk exclusively menggunakan Sodashi dan sekarang menjadi 3 brands sekaligus.




Ruangan shower berukuran relatif standar namun dikarenakan adanya cermin di satu sisinya membuat ruangan shower terasa lebih besar. Para tamu dimanjakan dengan 3 mode pancuran yaitu mode air hujan, mode gantung hand-held, dan juga mode jet massage untuk badan.
Mode hand-held dan jet massage menggunakan satu kran yang sama dan mode air hujan menggunakan kran yang berbeda sehingga pengguna kamar mandi dapat menyalakan 2 mode pancuran di waktu yang sama. Tekanan airnya tidaklah terlalu kencang namun dikarenakan 2 kran dapat digunakan simultaneously maka membuat debit air terasa lebih kencang.
Ruang kloset berada dibalik ruangan shower dan juga dilengkapi dengan kloset canggih berteknologi Jepang.




Kamar tidur terlihat banyak berubah dan tak hanya secara kosmetik saja. Sekarang disediakan sebuah sofa kecil dengan meja pendeknya untuk menggantikan kursi bench yang ditaruh diujung kaki ranjang. Dengan adanya sofa ini menggantikan area duduk yang dulunya berada di samping kaca jendela diubah menjadi sebuah meja panjang. Saya bubuhkan satu foto yang saya ambil dari website resmi hotel untuk mempermudah perbandingan before dan after nya.






Di sore hari setelah menyelesaikan urusan di luar, saya kembali ke hotel dan saat memasuki kamar saya mendapati seorang petugas housekeeping tengah menyelesaikan turn down service. Secara umum tidak banyak yang perlu dibersihkan kembali ini dikarenakan sebagian besar waktu kami pergunakan di luar hotel sehingga kami tidak sempat ‘mengacak-acak’ kamar.
Petugas meredupkan pencahayaan seluruh ruangan kamar dan menutup semua tirainya. Kamar tidur adalah bagian yang paling terasa pelayanan turn down-nya dengan penempatan sebotol air minum beserta gelasnya dan slippers di masing-masing sisi ranjang. Ia juga menyetel musik klasik dengan volume suara lirih.

Pada saat check-in, petugas menjelaskan bahwa kami mendapat undangan untuk menikmati Aperitivo Hour yang diadakan di Astor Bar mulai pukul 15:00 hingga 18:00. Masing-masing tamu terundang (2 dewasa dan 2 anak-anak di bawah 12 tahun) dapat menikmati 2 minuman dan 1 makanan antipasti. Selain itu tiap-tiap sore pukul 18:30, The St. Regis memiliki ritual tradisi Champagne Sabrage yang dilakukan di lobi hotel.
Sayang sekali saya tidak berkesempatan untuk menikmati kedua experiences tersebut dikarenakan posisi saya yang sedang out-and-about di luar hotel. Dengan berat hati saya tidak berkesempatan untuk mendokumentasikan kedua hal tersebut, saya sedikit terlambat untuk menyaksikan ritual sabrage namun setidaknya saya sempat menikmati segelas champagne. 😉

The St. Regis Singapore: Makan Pagi
Anggota Platinum Elite ke atas di program loyalti Marriott Bonvoy dipersilahkan untuk memilih sebuah welcome gift pada saat check-in berupa sarapan gratis untuk 2 orang atau 1.000 poin Marriott. Seperti biasanya saya memilih sarapan gratis yang nilainya jauh di atas 1.000 poin Marriott.
Sarapan biasanya diadakan di restoran Astor Grill namun dikarenakan sedang renovasi maka untuk sementara waktu sarapan mengambil tempat di beberapa meeting rooms yang berlokasi di lantai 1. Meeting rooms yang dipergunakan untuk venue makan pagi ini adalah: Embassy, Consulate, Senator, dan Governor. Sarapan dimulai dari pukul 06:30 dan berakhir di pukul 10:30.
Venue sarapan ini tidak memiliki pencahayaan alami sama sekali dan bergantung dengan pencahayaan lampu. Saya melihat venue ‘dadakan’ ini tetap terasa proper dan mewah walaupun mungkin terasa padat penataan layout mejanya.


Dikarenakan menjelang siang kami diharuskan kembali menuju ke bandara Changi maka kami memilih untuk sarapan di sekitaran pukul 08:15. Sarapan disajikan secara buffet dan juga a la carte, varietas makanan yang ditawarkan menurut saya tidaklah terlalu banyak namun tentu saja bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan berkualitas.




















Saya memilih beberapa makanan dari menu a la carte dan sempat dibuat terkejut saat melihat sajian omelet yang saya pesan datang dengan caviar di atasnya. Saya memesan Epicurean Omelette lengkap dengan tiger prawns dan lobster bisque reduction. Rupa-rupanya bukanlah caviar yang dibubuhkan di atas omelet, namun semata-mata adalah Avruga Pearls yang merupakan olahan alternatif yang hanya menyerupai caviar saja. Smart way to elevate a dish!




The St. Regis Singapore: Kolam Renang & Pusat Kebugaran
Kolam Renang
Kolam renang, pusat kebugaran, dan spa terpusat di lantai 2. Fasilitas kolam renang mulai beroperasi di pukul 07:00 dan berakhir di pukul 21:00. Kolam renang yang dimiliki oleh The St. Regis Singapore adalah kolam renang outdoor dan untuk mengaksesnya dapat dengan mengetukkan kunci kamar.
Terdapat karya seni patung berupa seorang figur sedang berbaring tidur di dekat kolam renang, ini merupakan karya seni dari Fernando Botero yang mana beberapa patungnya tersebar di beberapa tempat. Anda dapat melihatnya di taman bagian depan gedung dan juga di dekat pintu masuk utama.





Pusat Kebugaran
Pusat kebugaran juga hanya bisa diakses kunci kamar dan dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang mutakhir dari Technogym. Variasi mesin-mesin olahraganya terbilang cukup lengkap namun tidak tersedia free weights seperti barbell sehingga mungkin kurang cocok bagi serious gym goers. Di lain pihak saya melihat adanya 2 mesin pengukur komposisi badan yang jarang saya lihat di pusat kebugaran sebuah hotel.
Ruangan ini terlihat moderen dan clean dengan jendela besar floor-to-ceiling di salah satu sisi dinding membuat pusat kebugaran ini terasa cerah dan inviting. Jendela ini menghadap ke arah kolam renang.





Penutup
Dapat menginap di sebuah hotel mewah bernama The St. Regis tentunya adalah sebuah hal yang menyenangkan bagi sebagian orang dan tak terkecuali saya. Pertengahan bulan Maret 2025 silam akhirnya saya berkesempatan untuk menginap di The St. Regis Singapore yang berada di jalan Tanglin yang tak jauh dari jalan Orchard. Ini menjadi pengalaman menginap pertama kali bagi saya di hotel The St. Regis Singapore yang tergabung dalam program loyalti raksasa Marriott Bonvoy.
Lokasi hotel ini juga sangat ideal bagi saya yang menemani anggota keluarga yang hendak kontrol kesehatan di rumah sakit Gleneagles. Lokasi rumah sakit ini dari hotel dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 12 menit saja.
Stay kemarin terasa sangat mengesankan karena saya berhasil menggunakan NUA dan secured tipe kamar Premier Specialty Suite, 1 Bedroom Executive Suite, 1 King, Botanic Garden view, Top floor. Tipe kamar ini merupakan tipe kamar tertinggi kedua setelah Presidential Suite. Hotel ini hanya memiliki 2 buah kamar ini dan saya menginap di salah satunya. Wow!

Menurut saya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan hotel ini murni berdasarkan pengalaman saya kala itu:
(+) Lokasinya berada di jalan Tanglin yang tak jauh dari jalanan paling prestisius Orchard road dan juga dengan rumah sakit Gleneagles
(+) Upgrade kamar yang SANGAT signifikan menggunakan NUA benar-benar membuat saya takjub dengan kebaikan hotel ataupun Marriott Bonvoy yang bersedia memasukkan tipe kamar semahal ini ke dalam inventory pilihan kamar NUA. Kamar saya juga sudah terenovasi sehingga membuat stay saya semakin menyenangkan
(+) Servis sangat memuaskan dari karyawan-karyawan yang bertugas dan berinteraksi dengan kami
(+) Pemberian early check-in pukul 11:00 tentunya sangat generous dan membantu kondisi kami yang memang perlu segera mengakses kamar sebelum bergegas menuju ke rumah sakit
(-) Lift terasa kurang cepat
(-) Hotel sedang memasuki fase renovasi sehingga beberapa fasilitas utama seperti lobi reception, venue untuk sarapan (Astor Grill), dan The Drawing Room terpaksa ditutup untuk sementara waktu. Jika Anda berencana untuk menginap di hotel ini dan berharap untuk melihat hasil akhir pasca renovasi untuk fasilitas-fasilitas yang saya sebutkan sebelum ini, alangkah baiknya Anda menginap setelah tanggal 25 Mei 2025

Saya sangat menikmati stay di The St. Regis Singapore dan berharap dapat berkunjung kembali ke hotel ini seusai renovasi. Senang sekali melihat hotel sekaliber ini berbenah diri dan meng-update hotelnya sesuai dengan perkembangan zamannya.