Wisatawan yang datang ke Jepang biasanya menggunakan pesawat, kereta listrik maupun kereta peluru (shinkansen) untuk bepergian dari satu kota ke kota lainnya. Selain metoda transportasi tersebut, Anda sebenarnya juga bisa menggunakan bus sebagai pilihan alternatif.
Menggunakan bus memang terkesan membuang-buang waktu dan akan terasa lebih melelahkan. Sebagai contohnya, perjalanan dari Tokyo ke Osaka dengan bus biasanya memakan waktu lebih kurang 8 jam. Saya sendiri pernah beberapa kali menggunakan bus untuk bepergian dari Kyoto ke Fukuoka karena tiket yang ditawarkan lebih murah dari metoda transportasi lainnya.
Dream Sleeper Gussuri
Salah satu teman saya yang juga pembaca PinterPoin (Thanks to Hendrik Wijaya) memberikan informasi mengenai bus Dream Sleeper Gussuri. Penasaran dengan penampakan interior bus tersrbut, saya langsung mengecek laman resmi Dream Sleeper Gussuri.
Untuk rute yang ditawarkan, sebenarnya bus ini memiliki 2 rute yaitu Tokyo – Osaka dan Tokyo – Hiroshima. Namun, pada laman berbahasa Inggris, tidak tampak adanya rute Tokyo – Hiroshima. Rute ini hanya bisa direservasi di laman berbahasa Jepang.
Penampakan Interior
Bus ini hanya menyediakan 11 tempat duduk yang seluruhnya memiliki pintu geser untuk privasi penumpang. Konfigurasi tempat duduk ini adalah 5 di sebelah kanan (sederetan dengan supir) dan 6 di sebelah kiri.
Meskipun tidak bisa diatur untuk tertidur sampai 180 derajat, kursi di dalam bus ini dapat diturunkan agar penumpang bisa nyaman untuk tidur di dalam bus. Perusahaan bus ini memberikan nama Zero-gravity Position (seperti Emirates First Class) untuk posisi kursi tersebut yang bisa diatur dengan hanya menekan 1 tombol pada lengan kursi.
Selain itu penumpang juga akan diberikan amenities berupa piyama, selimut, penutup mata, headphones, air mineral, tisu basah dan sikat gigi. Sayangnya Anda tidak bisa membawa pulang seluruh amenities karena headphones, piyama dan selimut hanya dipinjamkan.
Di setiap kursi disediakan colokan USB, colokan listrik dan juga WiFi gratis di sepanjang perjalanan.
Di setiap bus disediakan 1 kamar kecil dengan kloset duduk yang dikatakan memiliki teknologi yang canggih dan juga 1 ruang untuk make-up.
Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa menonton video berdurasi 3 menit pengenalan Dream Sleeper Gussuri dalam bahasa Jepang.
Harga Tiket
Dengan segala fasilitas mewah yang diberikan, tentunya harga tiket yang ditawarkan juga tidak murah. Dengan lama perjalanan sekitar 8 jam 40 menit, Anda harus merogoh kocek 18.000 – 20.000 yen atau sekitar Rp. 2,5 juta untuk satu kali perjalanan (one way).
Biaya sebesar 18.000 yen ini terdiri dari harga tiket (Fare) dan biaya kursi (Seat Charge). Harga tiket merupakan biaya yang harus dibayarkan untuk perjalanan dari Tokyo ke Osaka. Untuk anak kecil dan juga penumpang disabilitas, harga tiket ini akan didiskon 50%. Namun untuk biaya kursi, tidak terdapat pengurangan biaya.
Perusahaan bus ini mengatakan jika bus tidak dapat beroperasi pada hari-H, penumpang akan dipindahkan ke bus dengan kapasitas 28 penumpang. Dengan begitu, biaya kursi (Seat Charge) akan dikembalikan sepenuhnya kepada penumpang. Dalam kasus ini jika penumpang ini membatalkan perjalanan pada hari-H, penumpang hanya akan dikenakan biaya refund sebesar 100 yen atau sekitar Rp. 13.000.
Penutup
Dengan segala fasilitas kelas atas yang ditawarkan oleh bus ini, tentunya Dream Sleeper Gussuri akan menarik perhatian wisatawan lokal mapun mancanegara. Namun, saya tidak yakin apakah tiket ini akan terjual laris setiap harinya atau tidak. Dengan biaya sekitar 18.000 yen, penumpang mungkin lebih memilih shinkansen atau pesawat yang durasi perjalanannya jauh lebih cepat daripada bus.