Garuda Indonesia baru saja merilis laporan keuangan tahun 2025 dan hasilnya mencengangkan. Maskapai pelat merah ini rugi US$323 Miliar (±5,49 Triliun Rupiah), meningkat hampir 5x lipat dibandingkan kerugian di tahun 2024 lalu yang sebesar US$69 Miliar (±1,17 Triliun Rupiah).
Berikut adalah detail yang bisa saya sampaikan dari laporan keuangan Garuda Indonesia yang dirilis di Bursa Efek Indonesia:
- Pendapatan usaha mengalami penurunan menjadi sebesar US$3,2 Miliar dari sebelumnya US$3,4 Miliar, penurunan sekitar 5,9% dibandingkan dengan tahun 2024 lalu.
- Beban usaha mengalami penurunan yang sangat sangat kecil menjadi sebesar US$3,102 Miliar dari sebelumnya US$3,107 Miliar, penurunan sekitar 0,17% dibandingkan dengan tahun 2024 lalu.
- Total kerugian komprehensif Garuda Indonesia adalah sebesar US$323 Miliar di tahun 2025. Naik 4,67x lipat dibandingkan dengan kerugian sebesar US$69 Miliar di tahun 2024.
- Ekuitas Garuda Indonesia per akhir tahun 2025 lalu adalah positif US$91,9 Juta, berubah drastis dibandingkan dengan ekuitas di tahun 2024 lalu yang negatif US$1,35 Miliar. Hal ini dikarenakan terdapat suntikan dana dalam bentuk private placement oleh Danantara di penghujung tahun 2025 lalu.
Baca juga: Private Placement 30 Triliun Rupiah Dari Danantara, Apa Implikasinya Bagi Member GarudaMiles?
Baca juga: 10 Kartu Kredit Terbaik Untuk Mengumpulkan GarudaMiles
Penutup
Garuda Indonesia rugi lebih dari 5 Triliun Rupiah di tahun 2025 lalu.
Apakah saya terkejut dengan performa ini? Nggak juga. Saya justru akan jauh lebih terkejut jika Garuda Indonesia justru membukukan laba atau membuka rute internasional baru.
Opini saya dari perspektif blogger points & miles masih tetap sama: Selama Garuda Indonesia terus mendapat suntikan dana dari Danantara, maka Anda tidak perlu khawatir akan nasib GarudaMiles Anda 😀
Saya juga tidak menyalahkan Garuda Indonesia jika terus merugi…. i mean sebagai BUMN mereka memiliki dua tanggung jawab sekaligus yaitu mencari laba dan melayani masyarakat (dalam hal ini tetap terbang ke rute yang tidak feasible),
Selama salah satunya terpenuhi (dan GarudaMiles tidak devaluasi), maka saya tidak akan komplain terlalu banyak.

