Emirates dan Etihad merupakan dua maskapai besar dunia yang berasal dari Uni Emirat Arab (UAE). Terkini, pemerintah UAE mengumumkan kebijakan imigrasi baru yang sangat ketat, kembali karena situasi Coronavirus yang semakin mengkhawatirkan.

Warga negara UAE dan pemegang visa UAE tidak diizinkan untuk masuk atau keluar dari negara. Pada saat yang sama, UAE juga efektif menghentikan visa kunjungan kepada setiap negara. Kebijakan baru ini bisa dibilang telah menutup akses masuk & keluar untuk seluruh orang.

Seluruh penerbangan komersial ke/dari UAE akan resmi dihentikan mulai besok, Rabu, 25 Maret 2020. Artinya maskapai-maskapai asal UAE tidak akan beroperasi selama 14 hari kedepan terhitung mulai besok hingga 8 April 2020.

Namun tidak menutup kemungkinan jika periode tersebut akan diperpanjang jika kondisi tidak kian membaik. Untuk saat ini, sejumlah penerbangan kargo dan misi evakuasi warga masih diberikan pengecualian untuk tetap terbang, namun dengan aturan yang ketat.

Emirates Singapore Penang

Emirates hanya mengoperasikan pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan Boeing 777.


Baca juga: “Tantangan Terberat Sepanjang Masa” – Singapore Airlines Group Batalkan 96% Penerbangan Hingga Akhir April 2020


Penutup

Industri penerbangan tentunya sangat-sangat terdampak oleh situasi Coronavirus yang semakin parah ini. Emirates & Etihad pun kini harus berhenti terbang karena peraturan dari pemerintah UAE. Pastinya situasi ini akan semakin memperparah kondisi keuangan maskapai, terutama bagi Etihad yang terlilit hutang besar.

Jika Anda mempunyai rencana terbang (saya harap tidak) melalui UAE dalam waktu 2 minggu kedepan, segera periksa pemesanan Anda. Saya sarankan untuk tidak bepergian dalam situasi yang tidak kondusif seperti saat ini. Jika memungkinkan, saya juga menyarankan untuk mendapatkan full refund dari pihak maskapai ketimbang mengganti tanggal perjalanan.

Apakah Anda mempunyai rencana terbang dengan maskapai UAE dalam beberapa hari kedepan?