Moxy adalah brand hotel Marriott Bonvoy yang tergolong masih sangat baru, diperkenalkan tahun 2013 lalu guna menyasar pasar hotel untuk kaum muda di Eropa. Sebagai loyalis Marriott, Moxy merupakan brand hotel yang belum pernah saya coba sebelumnya karena propertinya yang tergolong jarang.

Saat ini, terdapat sebanyak 75 properti Moxy di seluruh dunia. Menariknya, hanya terdapat 1 hotel Moxy di Asia Tenggara, yakni Moxy Bandung. Oleh karena itu, pada kunjungan ke Bandung kali ini, sudah saatnya bagi saya untuk mencoba menginap di Moxy setelah beberapa rencana yang gagal sebelumnya.

Check-in

Moxy Bandung beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No. 69, Tamansari, Bandung. Sekilas, hotel ini saya anggap terletak cukup strategis di tengah kota Bandung dan berdekatan dengan Gedung Sate.

Setibanya di hotel, saya langsung bisa merasakan konsep hotel yang “gaul” dan millennial. Karena ukuran yang tidak terlalu luas, Moxy menyatukan bar dengan meja check-in untuk tamu.

Moxy Bandung

Lobi hotel Moxy.

Moxy Bandung

Area lobi Moxy Bandung.

Area lobi Moxy Bandung.

Bar dan meja check-in yang dikemas menjadi 1 area.

Saya segera melakukan check-in dan diberikan welcome drink yang rasanya cukup unik namun tidak memorable.

Check-in di Moxy menjadi pengalaman baru bagi saya.

Welcome drink yang sepertinya merupakan air pandan.

Sebagai anggota Platinum, saya di-upgrade ke tipe kamar Braga Suite di lantai 5. Anggota Platinum juga bisa memilih salah 1 welcome gift yang terdiri dari:

  • 500 bonus poin Marriott
  • Kredit $10 per malam (Rp 130.000 versi Moxy Bandung) food & beverage per malam
  • Breakfast gratis

$10 kredit.

Menariknya, anggota Platinum tidak mendapat complimentary breakfast diatas welcome gift. Padahal, benefit gratis breakfast sudah menjadi jaminan bagi Platinum keatas. Saya rasa pihak hotel harus mengkaji ulang aturan ini karena cukup annoying.

Melihat pilihan welcome gift tersebut, saya secara natural memilih kredit $10 atau Rp 130.000. Namun pada akhirnya saya mengubah kembali menjadi 500 poin karena kredit tersebut ternyata tidak bisa digunakan sebelum jam 12 siang.

Kamar

Saya mendapat upgrade ke kamar tipe Braga Suite yang terletak di lantai 5. Sekilas, kamar tersebut berukuran lebih luas dan memiliki tambahan sofa dan bean bag.

Area lift lantai 5.

Koridor menuju kamar.

Pintu kamar yang tidak kedap suara.

Memasuki kamar, saya segera me-notice banyaknya gantungan yang sejujurnya saya rasa bisa menghemat ruang gerak di kamar hotel yang terbatas.

Banyak gantungan di kamar.

Moxy Bandung

Queen bed di Braga Suite.

Moxy Bandung

Sofa dan bean bag di Braga Suite.

Pemandangan dari kamar 516.

Tidak seperti hotel pada umumnya yang memiliki meja dan kursi kerja fixed. Moxy mengusung konsep meja dan kursi lipat yang digantung.

Bahkan kursi dan meja juga digantung.

Meja dan kursi lipat.

Penyanggah koper yang juga bisa dilipat dan digantung.

Moxy Bandung

Braga Suite.

Kabinet penyimpanan dan safety box.

Tersedia 2 botol air minum dan telepon.

Moxy Bandung

Braga Suite.

TV yang berukuran cukup besar.

Moxy Bandung

Papan penyambut yang seharusnya dituliskan nama tamu namun mungkin terlewat oleh staf.

Moxy Bandung

Pemandangan kamar dari bagian dalam.

Satu hal yang saya & Edwin keluhkan dari kamar di Moxy Bandung adalah suara dari luar yang mudah masuk ke kamar. Untungnya saya dalam kondisi sangat lelah sehingga langsung tertidur seketika. Namun Edwin merasa sangat tidak nyaman karena kebetulan ada acara di rooftop bar Moxy yang terletak 1 lantai diatas kamarnya.

Kamar Mandi

Kamar mandi Braga Suite.

Area wastafel.

Rain shower tersedia.

Moxy Bandung

Sabun dan sampo disediakan dalam bulk dispenser.

Fasilitas Hotel

Sesuai dengan tema “playful”-nya, terdapat berbagai permainan atau hiburan di area check-in yang bisa dimainkan oleh tamu seperti billiard, dart, dan table soccer.

Meja billiard di area lobi.

Table soccer di area lobi.

Mesin dart di area lobi.

Moxy Bandung

Area “Instagram” untuk berfoto.

Konsep Grab & Go

Menurut staf hotel, aslinya hotel Moxy tidak menyediakan fasilitas breakfast. Namun pengecualian dibuat di Indonesia karena “budaya breakfast hotel” di Indonesia yang sudah menjadi standar mutlak di tiap hotel.

Tamu alhasil bisa membayar Rp 100.000 per orang untuk breakfast di pagi hari. Sayangnya saya tidak berkesempatan untuk mengecek area breakfast karena harus beranjak pergi ke Crowne Plaza pagi-pagi.

Sebagai informasi, tidak terdapat restoran konvensional di hotel Moxy, melainkan terdapat area Grab & Go dimana tamu bisa membeli makanan untuk dimakan di tempat atau kamar. Kredit $10 food & beverage bisa digunakan di sini.

Harga makanan juga saya anggap sangat terjangkau untuk ukuran hotel, kebanyakan main course (seperti nasi goreng) dihargai dibawah Rp 50.000 per porsinya.

Area Grab & Go.

Moxy Bandung

Area mie instan yang katanya sangat populer bagi tamu hotel.

Konsep playful di Moxy memang sangat terlihat jelas 😉

Microwave untuk makanan cepat saji yang dijual.

Karena tidak tersedia di kamar, kopi dan teh di area lobi bisa didapatkan secara gratis.

Kopi dan teh gratis.

Pilihan teh.

Pendapat

Moxy Bandung cocok bagi traveler yang memiliki jiwa muda & playful. Saya pribadi tidak masalah untuk menginap di Moxy sekali-kali, namun tentunya tidak sebagai regular basis. Di sisi lain, harga yang saya bayar yakni Rp 534.820 per malam saya rasa cukup fair untuk ukuran hotel budget seperti ini.

Bagi saya, keunggulan dari Moxy Bandung adalah:

  • Mendapat Elite Qualifying Night (EQN) Marriott Bonvoy untuk mempertahankan status
  • Mendapat poin Marriott Bonvoy + 500 poin dari welcome gift
  • Harga yang sangat terjangkau untuk hotel chain
  • Lokasi yang strategis di kota Bandung

Moxy Bandung ini akan cocok bagi Anda yang tertarik untuk melakukan mattress run guna mendapatkan/mempertahankan status elite Marriott Bonvoy. Jika Anda tertarik, terkadang Moxy bisa menawarkan harga promosional per malam di kisaran Rp 390 – 450 ribu per malamnya.

.

Apakah Anda tertarik untuk menginap di Moxy Bandung?