Insiden terjatuhnya Boeing 737 MAX milik Lion Air dan Ethiopian Airlines membuat Boeing 737 MAX menjadi sorotan di seluruh dunia. Pesawat generasi terbaru dari keluarga 737 tersebut kini dilarang terbang di seluruh dunia hingga dinyatakan aman untuk terbang kembali.

Boeing diketahui tengah berusaha keras untuk mengembalikan sertifikasi kelayakan terbang yang hingga kini tidak bisa didapatkan. Berbagai masalah terus menghampiri pesawat yang sebelumnya menjadi andalan baru Boeing tersebut.

Sebagai bagian dari investigasi, Boeing diwajibkan untuk melampirkan seluruh percakapan internal perusahaan yang berhubungan dengan proyek Boeing 737 MAX kepada penegak hukum dan U.S. Federal Aviation Administration (FAA).

Pegawai Boeing Mengejek Lion Air

Via Bloomberg, kini sebagian isi dari percakapan internal tersebut sudah dirilis oleh House Transportation and Infrastructure Committee dan ternyata isinya cukup mengejutkan.

Beberapa pegawai senior Boeing yang salah satunya bahkan merupakan Chief Technical Pilot 737 diketahui mengejek Lion Air karena meminta tambahan pelatihan dan alat simulator untuk Boeing 737 MAX.

1 tahun sebelum insiden, Lion Air dilaporkan mempertimbangkan untuk memberi pelatihan tambahan kepada pilotnya sebelum mulai menerbangkan 737 MAX. Namun akhirnya ide tersebut diabaikan karena Boeing berhasil meyakinkan Lion Air bahwa pelatihan tambahan tersebut tidak diperlukan.

Boeing mengklaim bahwa 737 MAX bisa diterbangkan oleh pilot 737 generasi lama tanpa perlu menjalani banyak pelatihan tambahan atau simulator khusus. Hal tersebut juga diketahui menjadi salah satu nilai jual yang diajukan Boeing kepada setiap maskapai calon pembeli Boeing 737 MAX.

Menurut Boeing, jika 737 MAX memerlukan banyak tambahan pelatihan & simulator baru, maka hal tersebut akan menghilangkan critical selling point dari pesawat generasi baru tersebut.

Boeing 737 MAX Lion Air

Boeing 737 MAX menjadi malapetaka bagi Lion Air. Kredit: Boeing.

Isi Ejekan Pegawai Boeing

Berikut contoh ejekan pegawai Boeing yang ditujukan kepada pihak Lion Air dikutip dari Bloomberg:


“Now friggin Lion Air might need a sim to fly the MAX, and maybe because of their own stupidity. I’m scrambling trying to figure out how to unscrew this now! idiots,”


In response, a Boeing colleague replied: “WHAT THE F%$&!!!! But their sister airline (Malindo Air) is already flying it!”


The communications include a 2017 email from Boeing’s chief technical pilot on the 737 in which he crowed to colleagues: “Looks like my jedi mind trick worked again!”


“I am concerned that if [redacted] chooses to require a Max simulator for its pilots beyond what all other regulators are requiring that it will be creating a difficult and unnecessary training burden for your airline, as well as potentially establish a precedent in your region for other Max customers,”

Kutipan-kutipan dari artikel Bloomberg


Pendapat

CEO interim Boeing saat ini, Greg Smith, mengatakan bahwa dokumen tersebut tidak mewakilkan Boeing secara keseluruhan. Isi dari percakapan tersebut dianggap tidak pantas terutama saat digunakan pada diskusi penting seperti keselamatan yang harus menjadi prioritas.

Sebenarnya memang wajar jika akan ada pegawai yang buruk diantara belasan ribu pegawai Boeing. Namun isi percakapan seperti itu sudah bisa memberikan gambaran tentang kultur perusahaan tersebut. Menurut saya, pada posisi seperti ini, sudah jelas nampak bahwa Boeing lebih mengedepankan keuntungan ketimbang keselamatan.

Saya memahami posisi Boeing yang berusaha keras untuk meyakinkan maskapai operator 737 bahwa 737 MAX tidak memerlukan pelatihan tambahan/simulator. Ketertarikan maskapai untuk membeli 737 MAX tentunya akan berkurang jika diharuskan untuk membayar tambahan jutaan dolar untuk keperluan pelatihan dan simulator.

Tetapi kembali lagi ke prioritas Boeing yang nampaknya semakin bobrok. Cepat atau lambat, kondisi akan pasti menjadi buruk ketika keserakahan diutamakan melebihi keselamatan. Sangat disayangkan jika kelalaian tersebut berujung pada insiden yang memakan korban yang tidak sedikit. Kepercayaan publik terhadap pesawat Boeing juga berkurang secara signifikan.

Apa pendapat Anda tentang situasi yang menimpa Boeing saat ini?