Setelah puas berlibur di Kyoto, saya melanjutkan perjalanan saya ke Tokyo. Alih-alih menggunakan Shinkansen yang bisa memakan biaya sekitar 13.000 Yen (±1,7 juta Rupiah), saya memilih untuk terbang menggunakan JAL (Japan Airlines) di pesawat Boeing 767 dari Osaka Itami (ITM) ke Tokyo Haneda (HND) dengan membayar 7.500 Asia Miles + tax sekitar 500 yen (±65 ribu Rupiah).

Sayangnya, pada penerbangan ini saya tidak berhasil meng-upgrade kelas penerbangan saya dari economy class menjadi domestic first class layaknya yang blogger-blogger lain lakukan sehingga saya dengan berat hati harus terbang di kelas ekonomi.



Flight Review

Nomor Penerbangan: JL 0124

Jenis Pesawat: Boeing 767-346

Rute: Osaka Itami (ITM) – Tokyo Haneda (HND)

Nomor Registrasi: JA601J

Tanggal: Kamis, 14 November 2019

Waktu Berangkat: 15:30

Waktu Tiba: 16:35

Durasi Penerbangan: 1 jam 5 menit 

Kursi: 45G (Aisle)

.

First of all, Anda bisa mencapai airport Osaka Itami dari Kyoto menggunakan berbagai cara. Namun, cara yang termudah dan termurah adalah dengan menggunakan airport bus. Anda bisa membeli tiket airport bus ini di berbagai lokasi di Kyoto namun yang paling sentral adalah yang terletak di Kyoto Station. Harga tiketnya adalah 1.340 Yen (± 175 ribu Rupiah).

Mesin untuk membeli tiket airport bus yang terletak di dekat Kyoto Station

Tidak banyak hal yang bisa saya tulis mengenai airport Osaka Itami dikarenakan saya hampir terlambat untuk check-in. Penerbangan juga sangat penuh sehingga hal tersebut mungkin menjelaskan mengapa saya tidak berhasil menebus upgrade berbayar ke kelas domestic business ataupun domestic first class.

FYI, jika Anda beruntung, Anda bisa menebus upgrade ke domestic business class ‘hanya’ dengan 1.000 Yen (± 130.000 Rupiah) dan domestic first class hanya dengan 8.000 Yen (± 1,05 juta Rupiah).

Pesawat Boeing 767 JAL yang memiliki livery Tokyo 2020

Kursi kelas ekonomi dari penerbangan pesawat boeing 767 JAL memiliki seat configuration 2-3-2. Saya duduk di kursi 45G yang merupakan kursi aisle di bagian hampir paling belakang dari pesawat ini.

Setiap dari kursi kelas ekonomi JAL dilengkapi dengan armrest yang bisa Anda untuk memutar musik, meja lipat untuk menaruh laptop ataupun sebagai tempat menaruh minuman Anda, dan yang paling penting…. panduan untuk mengakses wi-fi dalam pesawat

.

Ada beberapa hal yang membuat saya tertegun dengan penerbangan domestik JAL. Yang pertama adalah fakta bahwa mereka menyediakan wi-fi gratis selama penerbangan. Anda hanya perlu download aplikasi bernama JAL (Global) di google playstore dan kemudian mengikuti instruksi yang ada.

Yang kedua adalah legroom yang sangat generous. Anda bisa melihat dari foto diatas bahwa untuk kelas ekonomi sekalipun, terdapat legroom yang sangat luas untuk merebahkan kaki Anda 🙂

Proses boarding berlangsung sangat cepat dan efisien. Seperti yang sudah saya sampaikan di awal, penerbangan ini terasa sangat penuh dan saya tidak melihat satupun kursi kosong di kelas ekonomi selama penerbangan ini.

Setelah take-off, saya dengan cepat terlelap dan hanya bangun ketika cabin crew menawarkan berbagai jenis minuman pada para penumpang. Saya memesan jus apel and that’s it, saya melanjutkan kembali rutinitas tidur siang (atau sore) saya.

Menjelang pesawat akan landing, saya terbangun, mengencangkan sabuk pengaman dan men-chatting sahabat-sahabat saya di tanah air, membanggakan fitur wi-fi di pesawat JAL ini. Saya juga menghabiskan waktu dengan membaca in-flight magazine dari JAL, untungnya mereka memiliki bagian yang ditulis dalam bahasa inggris sehingga saya bisa membacanya 😉

Pesawat mendarat dengan sangat smooth dan tidak lama berselang, saya sudah mendapati diri saya berada di airport Tokyo Haneda.

Penutup

Untuk 7.500 Asia Miles dan tax sekitar 65 ribu Rupiah, penerbangan seperti ini bisa Anda pertimbangkan sebagai alternatif untuk traveling Intra-Jepang. Penerbangan JAL di kelas ekonomi domestik menurut saya memiliki hard product yang baik terutama dari sisi legroom dan soft product yang saya rasa cukup baik juga? (Saya kurang yakin karena saya tidak banyak merasakannya)

Sayangnya, saya tidak berhasil menebus upgrade ke kelas F atau bahkan kelas J sehingga kalau boleh jujur, penerbangan ini tidak terasa spesial sama sekali bagi saya. Tapi saya tidak akan ragu untuk terbang di JAL kelas ekonomi lagi dan mencoba peruntungan saya di lain waktu terutama apabila saya tidak mood membakar 13.000 Yen untuk naik Shinkansen 😉

.

Apakah Anda pernah terbang di kelas ekonomi domestik dari JAL?