Dalam rangka perjalanan saya ke Kyoto, saya berkesempatan untuk menginap di salah satu chain hotel asli dari Jepang yaitu WBF. Saat itu, properti-nya di Kyoto yakni WBF Gojo Omiya Kyoto bisa ditebus dengan 4.800 Asia Miles yang.mana bagi saya merupakan good deal mengingat cash rate di hari itu berkisar antara 800 ribu Rupiah.

Sesuai namanya, hotel ini terletak di kawasan Gojo Omiya. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kyoto Station namun tidak bisa dikatakan terlalu dekat juga dengan stasiun tersebut. Anda bisa mencapai hotel ini dengan berjalan kaki sekitar 20 menit dari Kyoto Station.



Hotel Review

Kesan pertama saya pada hotel ini adalah “modern, namun tidak meninggalkan esensi Jepang-nya”.

Bagaimana tidak, kapan lagi Anda bisa menemukan hotel dengan lobby yang sangat modern dan nyentrik dari sisi furnishing namun masih menyediakan tempat duduk a la jepang tepat ditengah-tengah ruangan tersebut.

Saya sedikit mengalami kesulitan ketika check-in karena staff hotel memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang sangat pas-pasan, reservasi saya sempat tertukar dengan turis asal Tiongkok yang mana menyebabkan proses check-in berlangsung cukup lama.

Saya memesan kamar jenis standard double room, dan sesuai dengan namanya, kamar ini sangat standar 🙂 namun sudah lebih dari cukup bagi saya yang sering menginap di hostel. Walaupun ranjangnya tergolong kecil, bantal dan kualitas matras dari hotel ini tiada duanya.

Setiap dari kamar juga dilengkapi dengan fasilitas layaknya hotel bintang tiga (atau empat) pada umumnya seperti alarm, USB plug, kulkas kecil, safe deposit box, air humidifier, dan sebagainya.

Lucunya, karena saya juga mendaftar pada loyalty program hotel WBF ditempat ketika check-in, pihak hotel memberikan saya berbagai cinderamata seperti kopi bungkus, skin care set, dan…. lounge ticket! Saya akan bisa mengakses club lounge dari hotel ini menggunakan tiket tersebut.

Kamar mandi dari hotel ini kecil namun sangat terawat dan bersih. Tekanan air dan temperatur-nya juga sangat pas sehingga saya tidak memiliki komplain apa pun untuk kamar mandi dari hotel ini.

Standar toilet di Jepang: berbagai tombol untuk membilas pantat Anda secara otomatis

Setelah beraktifitas seharian di Kyoto, saya kembali ke Hotel untuk beristirahat dan mengecek club lounge dari hotel ini sekitar pukul 8 malam. Betapa terkejutnya saya ketika mengetahui bahwa club lounge dari hotel ini ternyata hanyalah tempat breakfast yang disulap dengan snack yang non-eksisten dan pilihan alkohol yang sangat terbatas.

Basically, club lounge dari hotel ini tidaklah lebih dari sekedar tempat untuk ngemil dan mabuk. Hanya saja, jangankan makanan ringan, snack yang bisa Anda konsumsi sendiri sangat terbatas. Hanya ada beberapa jenis crackers, mixed nuts, dan sejenis garlic bread(?) yang sudah hampir habis (dan tidak di-refill) ketika saya datang di club lounge ini.

Disinilah saya merasa bahwa mungkin club lounge hotel ini adalah club lounge terburuk yang pernah saya kunjungi seumur hidup saya 😉

 

Penutup

Untuk 4.800 Asia Miles, hotel ini merupakan good deal dibandingkan dengan apabila Anda menginap di.hostel di Kyoto yang cash rate-nya bisa mencapai 300-400 ribu per malam. Dari sisi kamar, hotel ini sangat standar namun hampir mencukupi seluruh kebutuhan dasar traveler yang tidak cerewet seperti saya.

Hanya saja, entah ini dari sisi saya sendiri atau saya memiliki ekspetasi terlalu tinggi namun club lounge (jika tempat tersebut bisa disebut ‘club lounge‘) dari hotel ini sangatlah kurang. Di satu titik, saya sempat merasa bahwa club lounge dari hotel ini mungkin lebih cocok untuk burung mengingat snack yang ada hanyalah remah-remah kue/roti seperti yang saya foto-kan diatas.

Apapun itu, jika Anda mencari hotel di Kyoto yang bisa ditebus dengan murmer (murah meriah) menggunakan.Asia Miles, maka Anda bisa mempertimbangkan hotel WBF Gojo Omiya ini 🙂

.

Apakah Anda tertarik untuk menginap di Hotel WBF Gojo Omiya ini?