Kemarin, saya cukup terkejut akan post Instagram (IG) dari Garuda Indonesia. Melihat isi post-nya, Garuda Indonesia mengindikasikan mereka akan segera terbang ke Istanbul, Turki. Berikut adalah post yang saya maksud:

 

Usut punya usut, ternyata Garuda Indonesia memang sudah merencanakan untuk terbang ke berbagai destinasi internasional baru sejak Februari lalu. Destinasi internasional baru yang direncanakan oleh Garuda Indonesia sendiri mencakup Los Angeles, Moskow, dan Istanbul.

Untuk saat ini, rute baru Garuda Indonesia ke Istanbul, Turki adalah yang paling memungkinkan. Mengapa?

  • Untuk rute Los Angeles, Garuda Indonesia berencana untuk terbang ke Los Angeles via Jepang. Masalahnya, Garuda Indonesia belum mengantongi izin fifth freedom flight dari negara tersebut
  • Untuk rute Moskow, Saya rasa rute ini akan dijalankan dari Denpasar mengingat banyaknya turis asal Rusia ke Bali. Masalahnya, saya merasa feasibility untuk rute ini masih kurang bagus. Mungkin mengisi Moskow – Denpasar akan mudah, tapi Denpasar ke Moskow akan menjadi tantangan tersendiri bagi Garuda Indonesia. Terlebih, visa Rusia terkenal cukup rumit untuk diperoleh bagi WNI.
  • Oleh karena itulah saya merasa bahwa rute ke Istanbul, Turki ini adalah yang paling memungkinkan bagi Garuda Indonesia. Good feasibility karena Istanbul terkenal sebagai business dan tourism hub, WNI bisa memperoleh e-visa Turki dengan mudah, dan demografi yang mirip antara Indonesia dengan Turki membuat banyak orang Indonesia ingin mengunjungi kota yang terletak di antara dua benua ini.

Kunjungi Hagia Sophia yang megah di Istanbul. Kredit: Priceless.com

Pesawat Apa?

Belum ada informasi mengenai jenis pesawat yang akan digunakan oleh Garuda Indonesia untuk rute ini. Hanya saja, saya menebak Garuda Indonesia akan menggunakan pesawat Airbus A330-900neo yang ditenggarai bisa terbang kurang lebih sejauh 8.264 mil dalam sekali pengisian. Jarak Jakarta – Istanbul kurang dari itu, jadi mungkin saja pesawat tersebut akan digunakan 🙂

Alternatifnya, mereka mungkin akan menggunakan armada A330-200 yang sebelumnya melayani rute Denpasar – Medan – London. Jika rute ini ditutup, bukan tidak mungkin Garuda Indonesia akan mengalihkan armada pesawat ini untuk melayani rute Istanbul.

Garuda Indonesia Airbus A330-900neo

Rendering pesawat Airbus A330-900neo Garuda Indonesia. Foto: Airbus.

Berapa GarudaMiles?

Jika rute ke Turki ini sungguh diluncurkan, saya menebak jumlah GarudaMiles yang dibutuhkan untuk menebus award seat pada penerbangan ini akan sama dengan jumlah yang dibutuhkan untuk penerbangan ke Timur Tengah.

Hal ini berarti 48.000 GarudaMiles untuk kelas ekonomi, 79.200 GarudaMiles untuk kelas bisnis, dan 126.000 GarudaMiles untuk first class (apabila ada).

Menggunakan asumsi diskon 50% penukaran GarudaMiles yang sering diadakan untuk rute internasional, maka hal tersebut berarti Anda ‘hanya’ perlu mengeluarkan 24.000 GarudaMiles untuk kelas ekonomi, 39.600 GarudaMiles untuk kelas bisnis, dan 63.000 GarudaMiles untuk first class.

39.600 GarudaMiles untuk penerbangan one-way kelas bisnis ke Turki boleh dikata lebih terjangkau dibandingkan apabila Anda menukarkan miles yang sama menggunakan Singapore Airlines (SQ). Mereka menetapkan 49.000 KrisFlyer Miles untuk penerbangan one-way kelas bisnis ke Turki (34.300 apabila rute tersebut masuk dalam promo Spontanenous Escapes).


Baca juga: Pesawat A330-900neo Garuda Indonesia telah mendarat di Indonesia
Baca juga: Panduan Lengkap GarudaMiles
Baca juga: 5 Kartu Kredit Terbaik Untuk Mengumpulkan GarudaMiles

Penutup

Jujur saya sangat excited ketika mengetahui Garuda Indonesia akan segera membuka rute ke Istanbul, Turki.

Saya pernah mengunjungi Istanbul sekali sekitar 2 tahun lalu dan benar-benar terpukau akan suasana di kota tersebut yang eksotis namun masih menampilkan sisi modern. Secara pribadi, saya tidak sabar untuk segera mengunjungi kembali kota tersebut dan makan Baklava 😉

Turkish Pistachio Baklava adalah dessert favorit saya. Kredit: Amazon.com

Bagi orang Indonesia, sebenarnya saat yang paling tepat untuk mengunjungi Turki adalah sekarang mengingat nilai tukar Lira Turki terhadap Rupiah cenderung turun sehingga secara teoritis seharusnya harga barang di sana akan lebih terjangkau dibanding ketika saya mengujunginya 2 tahun lalu.

Saya hanya berharap Garuda Indonesia akan segera membuka rute ke Turki ini (idealnya sebelum lebaran tahun 2020), menggunakan pesawat A330-900neo yang memiliki kursi Stelia Opal di kelas bisnis-nya, dan memiliki award seat untuk rute tersebut seharga award seat ke Timur Tengah. Tapi mungkin saya berharap terlalu banyak 😉

.

Apa pendapat Anda mengenai rencana pembukaan rute Garuda Indonesia ke Turki ini?