Fairfield by Marriott merupakan solusi dari Marriott untuk bersaing di kategori hotel low-cost. Saya berkesempatan untuk menginap di Fairfield by Marriott Bali Legian yang menariknya terasa cukup mewah. Fairfield menjadi pilihan yang cocok bagi kunjungan saya kali itu, berikut alasannya:

  • Tujuan saya ke Bali adalah untuk bertemu dengan vendor, artinya saya akan menghabiskan banyak waktu di luar ketimbang bersantai di hotel/resort
  • Harga sangat terjangkau (Rp 600.000~ per malam), sekaligus untuk membantu saya re-qualify status elite Marriott
  • Lokasi yang dekat dengan kegiatan saya selama di Bali

Harga yang saya bayarkan total untuk 3 malam adalah Rp 1.900.000+. Total, saya mendapatkan 3.796 points yang bernilai Rp 512.460 menurut valuasi saya. Great deal!


Baca juga: Panduan Lengkap Marriott Bonvoy


Hotel ini terletak di dekat perumahan, bukan di area turis ramai. Jika Anda tipe orang yang ingin menginap di hotel yang dekat dengan atraksi turis, maka hotel ini mungkin tidak cocok untuk Anda. Namun, jika Anda menyewa sepeda motor/mobil, maka saya rasa lokasi hotel tidak akan menjadi masalah. Saya pribadi lebih menyukai hotel yang jauh dari keramaian.

Sebelum tiba, saya sudah mendapat notifikasi melalui app Marriott bahwa kamar kategori terendah saya sudah di-upgrade menjadi Junior Suite berkat status Platinum Elite.

Fairfield by Marriott Bali Legian

Penampakan hotel dari depan.

Permasalahan dari hotel ini adalah tidak adanya lahan parkir kecuali bagian depan hotel yang hanya bisa memuat 4-5 mobil bersamaan. Namun permasalahan tersebut diatasi oleh pihak hotel dengan menyediakan free valet. Usahakan untuk memberi tip kepada petugas valet karena sepengetahuan saya lokasi memarkirkan mobil cukup jauh.

Penampakan dari lobi. Area parkir yang sangat kecil tidak menjadi masalah karena adanya fasilitas free valet.

Fairfield by Marriott Bali Legian

Lobi Fairfield by Marriott Bali Legian.

Meja check-in/out.

Fairfield by Marriott Bali Legian

Kolam renang di Fairfield by Marriott Bali Legian.

Pool chair untuk bersantai.

Pool bar.

Kamar

Berkat status Platinum Elite, saya mendapat upgrade ke tipe kamar Junior Suite yang kelebihannya ketimbang kamar biasa adalah mempunyai whirlpool atau bath tub.

Saya mendapat kamar di lantai bawah yang mempunyai akses langsung ke kolam renang.

Akses menuju ke kamar.

King bed di Junior Suite.

Speaker/alarm dan telepon.

Whirlpool atau bath tub yang berukuran cukup besar.

Amenities “Mandarin Tea” yang menurut staf hotel tidak tersedia di tipe kamar biasa, hanya Junior Suite keatas.

Bath robe.

Safety box.

Meja kerja.

Air minum beserta kopi/teh.

Wastafel.

Kloset.

Rain shower.

Fairfield tidak menyediakan amenities botolan kecil, melainkan dispenser untuk shampoo dan sabun. Peraturan ini akan diterapkan pada seluruh hotel Marriott dalam rangka mengurangi penggunaan plastik.

Breakfast

Meskipun masuk dalam kategori low-cost, namun Fairfield menawarkan free hot breakfast yang menurut saya sangat baik untuk harga hotelnya.

Area breakfast.

Area breakfast.

Area breakfast outdoor.

Pilihan minuman.

Buah, sereal, dan salad.

Pastries.

Pilihan makanan.

Pilihan makanan.

Pilihan makanan.

Pilihan makanan.

Pilihan makanan.

Pendapat

Overall, saya cukup puas dengan pelayanan yang saya dapat dengan harga yang sangat terjangkau. Saya merasa jika hotel low-cost di Asia milik chain hotel besar seperti Marriott tentunya tidak akan mengecewakan. Memang jika dibandingkan, kualitas hotel di Asia v.s. Amerika atau Eropa berbeda sangat jauh. Bahkan, Fairfield pun terasa mewah di Asia.

Marriott Bonvoy adalah loyalty program hotel yang saya gunakan secara reguler bersamaan dengan Hilton Honors dan IHG Rewards Club. Menginap di Fairfield memberikan saya kesempatan untuk mengumpulkan poin Marriott dan yang terpenting adalah elite qualifying nights untuk mempertahankan status elite.

Apakah saya menyukai Fairfield? Jawabannya adalah ya. Fairfield mencentang segala kriteria hotel budget, bahkan melebihi ekspektasi saya.

Apa pendapat Anda tentang Fairfield by Marriott Bali Legian?