Setelah devaluasi 20% yang dilakukan oleh GarudaMiles, frequent flyer program milik Garuda Indonesia, GarudaMiles kini memberlakukan surcharge untuk penukaran untuk liburan Natal/Tahun Baru dan Lebaran tanpa pemberitahuan.

Tidak tanggung-tanggung, surcharge yang diberlakukan mencapai 160% untuk banyak rute populer. Berikut adalah syarat dan ketentuannya:

Syarat & Ketentuan Surcharge Natal/Tahun Baru

  • Periode pembelian: 30 September 2019 – 5 Januari 2020
  • Tanggal perjalanan: 20 Desember 2019 – 5 Januari 2020
  • Surcharge 160% berlaku untuk rute berikut:
    • Jakarta – Medan vv,
    • Jakarta – Gunung Sitoli vv,
    • Jakarta – Sibolga vv,
    • Jakarta – Tanjung Pandan vv,
    • Jakarta – Surabaya vv,
    • Jakarta – Denpasar vv,
  • Surcharge 10% berlaku untuk semua rute kecuali yang disebutkan di atas.

Syarat & Ketentuan Surcharge Lebaran (Outbound)

  • Periode pembelian: 12 November 2019 – 23 Mei 2020
  • Tanggal perjalanan: 15 Mei 2020 – 23 Mei 2020
  • Surcharge 160% berlaku untuk rute berikut:
    • Jakarta – Banda Aceh,
    • Jakarta – Medan,
    • Jakarta – Padang,
    • Jakarta – Pekanbaru,
    • Jakarta – Palembang,
    • Jakarta – Bandar Lampung,
    • Jakarta – Jambi,
    • Jakarta – Bengkulu,
    • Jakarta – Tanjung Pandan,
    • Jakarta – Solo,
    • Jakarta – Yogyakarta (JOG),
    • Jakarta – Semarang,
    • Jakarta – Surabaya,
    • Jakarta – Malang,
    • Jakarta – Lombok,
    • Jakarta – Denpasar,
  • Surcharge 10% berlaku untuk semua rute kecuali yang disebutkan di atas.

Syarat & Ketentuan Surcharge Lebaran (Inbound)

  • Periode pembelian: 12 November 2019 – 7 Juni 2020
  • Tanggal perjalanan: 24 Mei 2020 – 7 Juni 2020
  • Surcharge 160% berlaku untuk rute berikut:
    • Banda Aceh – Jakarta,
    • Medan – Jakarta,
    • Padang – Jakarta,
    • Pekanbaru – Jakarta,
    • Palembang – Jakarta,
    • Bandar Lampung – Jakarta,
    • Jambi – Jakarta,
    • Bengkulu – Jakarta,
    • Tanjung Pandan – Jakarta,
    • Solo – Jakarta,
    • Yogyakarta (JOG) – Jakarta,
    • Semarang – Jakarta,
    • Surabaya – Jakarta,
    • Malang – Jakarta,
    • Lombok – Jakarta,
    • Denpasar – Jakarta,
  • Surcharge 10% berlaku untuk semua rute kecuali yang disebutkan di atas.
ATR 72 Garuda Indonesia

Total biaya untuk menukarkan GarudaMiles akan lebih mahal ketimbang membeli tiket langsung dengan cash? Foto: Ikhwan Hidayat.

Pendapat

Perubahan ini bisa dibilang sangat signifikan, karena ada setidaknya 3 rute populer yang terkena surcharge 160% ini (Jakarta – Medan/Surabaya/Denpasar vv). Walaupun saya hanya mendapatkan informasi tersebut ketika saya mengunjungi kantor penjualan Garuda, saya mencoba memeriksa sendiri online dan memang berlaku di semua channel.

Sebagai contoh, penukaran miles untuk rute Jakarta ke Surabaya di kelas ekonomi di musim libur dihargai di 24.960 miles + Rp 135.000 biaya bandara. Menurut valuasi PinterPoin, harga yang harus dikeluarkan untuk penukaran miles adalah Rp 4.398.200, padahal tiket yang dibayar cash bisa didapatkan hanya dengan Rp 1.418.700.

Untuk rute seperti Jakarta ke Surabaya pada saat musim libur, Anda memerlukan hingga 24.960 miles hanya untuk sekali jalan dalam kelas ekonomi.

Oleh karena itu, saya sangat tidak menyarankan penukaran miles untuk 2 periode tersebut – akan jauh lebih baik apabila Anda membayar tunai untuk terbang dengan Garuda Indonesia. Bukan hanya Anda mendapatkan miles untuk penerbangan Anda, apabila Anda mengejar status GarudaMiles tiket ekonomi dapat dihitung sebagai 3 segmen.

.

Apa pendapat Anda tentang surcharge tinggi GarudaMiles ini?