Garuda Indonesia baru saja mencuri perhatian publik dengan mendatangkan pesawat Airbus A330-900neo pertama. Baca artikelnya berikut: Pesawat A330-900neo Garuda Indonesia Telah Tiba di Indonesia.

Namun secara mengejutkan, muncul berita dugaan bahwa ada internal Garuda Indonesia yang menyelundupkan spare part Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal pada penerbangan dari Toulouse, Perancis, ke Jakarta itu. Wow..

Kargo sebanyak 15 kotak berisi komponen Harley Davidson dan 3 kotak berisikan sepeda Brompton telah diperiksa oleh pihak bea cukai. Permasalahannya adalah pihak Garuda Indonesia atau siapapun orang yang membawa barang tersebut bernilai puluhan juta Rupiah tersebut tidak mendeklarasikan adanya bawaan kargo.

Dari pemeriksaan, pesawat tersebut membawa bagasi 18 kotak yang seluruhnya memiliki claim tag sebagai bagasi penumpang. Sebanyak 15 kali bagasi tersebut berisi Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai atas nama penumpang SAW. Sementara tiga koli berisi sepeda Brompton baru beserta aksesoris sepeda,

Saat ini proses penelitian lebih lanjut sedang dilakukan terhadap pihak ground handling dan penumpang yang bersangkutan.

– Direktur Kepabeanan Internasional & Antar Lembaga Ditjen Bea Cukai Kemenkeu Syarif Hidayat.

Garuda Harley

Penampakan kargo yang diduga spare part Harley Davidson yang dibawa oleh A330-900neo dari Toulouse. Kredit: detik.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, dikabarkan membantah bahwa 18 kotak tersebut merupakan titipan untuk internal Garuda. Ikhsan menegaskan bahwa tanggung jawab atas barang tersebut terletak di pemiliknya, bukan Garuda Indonesia. Jadi penumpang tersebut yang seharusnya melakukan self declare dan membayar pajak sesuai ketentuan.

Pendapat

Garuda Indonesia memang tidak mengadakan inaugurasi delivery flight pesawat seperti maskapai lain yang biasanya mengajak serta media. Alhasil, penumpang yang ikut dalam pengantaran pesawat tersebut tentunya tidak diketahui secara pasti.

Menurut CNBC, terdapat 10 orang kru dan 22 orang penumpang yang ikut dalam delivery flight tersebut. Terdapat juga direksi Garuda Indonesia (sudah dikonfirmasi oleh pihak Garuda Indonesia). Berikut dengan penumpang, terdapat 18 koper dan box yang ternyata tidak di deklarasi/manifest. Alhasil, pesawat tersebut dianggap non-kargo atau tidak mempunyai kargo.

Bagi saya, kejadian ini sangatlah janggal karena akan muncul pertanyaan siapa yang memberikan otorisasi untuk membawa kargo tersebut? Pastinya harus seseorang dengan power atau kedudukan tinggi untuk bisa ‘menitipkan’ kargo pada delivery flight dari pabrik Airbus. Tentu saja berita ini menarik untuk diikuti.

Apa pendapat Anda tentang skandal Harley Davidson – Garuda Indonesia ini?

H/T: @robinwono