Seri post kali ini akan menjadi trip report keempat saya sejak bergabung dengan PinterPoin. Sesuai dengan judulnya, highlight dari trip kali ini adalah penerbangan menggunakan Garuda Indonesia First Class.

Sayangnya, perjuangan untuk tetap bisa duduk di kursi First Class kali ini ternyata lebih sulit dari sekedar memesan tiket, kenapa?

  • 48 Jam sebelum penerbangan Garuda Indonesia First Class Tokyo Haneda – Jakarta, saya secara misterius memperoleh 2 boarding pass baru. Anehnya, boarding pass tersebut masing-masing memiliki fare class O (business award) dan R (first award). Pertama, saya hanya berpikir ini hanyalah kesalahan pengiriman atau pengiriman ulang saja.
  • Tidak berselang berapa lama, feeling saya sebagai maniak poin merasakan ada yang salah. Saya segera menelepon Garuda Indonesia First Class Service via Skype untuk mengkonfirmasi penerbangan saya.
  • Ternyata, terdapat perubahan aircraft dari Boeing 777-300 menjadi A330-200 dan penerbangan saya di downgrade dari first class menjadi business class (karena first class hanya ada di pesawat Boeing 777)

Downgrade menjadi Kursi kelas bisnis A330-200 Garuda Indonesia memiliki konfigurasi 2-2-2 adalah mimpi buruk. Kredit: KN Aviation

.
  • Frustasi, saya merenung dan memikirkan langkah selanjutnya. Saya pergi ke Jepang hanya untuk terbang di First Class Garuda Indonesia. Tanpa penerbangan first class ini, trip saya di Jepang akan terasa hampa.
  • Saya berkonsultasi dengan teman saya yang juga akan terbang first class bersamaan dengan saya yaitu Steve dari UponArriving. Kami sepakat bahwa solusi terbaik adalah mengambil penerbangan first class alternatif di hari yang sama yakni rute Tokyo Narita – Denpasar.
  • Kami menghubungi Garuda Indonesia lagi keesokan harinya. Berhubung aircraft change ini adalah kesalahan Garuda Indonesia, maka bargaining power kami sangat kuat (dan untungnya Steve adalah negosiator yang ulung).
  • Kami berhasil menegosiasikan dengan pihak Garuda Indonesia untuk perubahan rute first class dari Tokyo Haneda ke Jakarta menjadi Tokyo Narita ke Denpasar.  PLUS, kami juga memperoleh penerbangan kelas bisnis rute Denpasar – Jakarta karena bagaimanapun juga contract of carriage awal kami adalah ke Jakarta 😉

Cheers untuk perjuangan kami ‘mempertahankan’ penerbangan First Class Garuda Indonesia

  • Entah bagaimana caranya, Steve terus mem-push pihak Garuda Indonesia dan berhasil menegosiasikan favorable term untuk kami. Diluar penerbangan, kami juga memperoleh fasilitas airport transfer ke Bandara Narita dan first class services di bandara Narita, Denpasar, dan Jakarta. Disinilah saya berkata: WOW.
  •  Dan Terbanglah kami menggunakan First Class.

Perjuangan ini boleh dikatakan sebanding karena pengalaman First Class saya sangat fenomenal! Saya tidak akan ragu mengatakan bahwa penerbangan Garuda Indonesia First Class sejauh ini adalah penerbangan terbaik di hidup saya 🙂 .

Anyways, Berikut adalah alur dari seri trip report ini:

  • Trip Intro: Perjuangan Untuk Garuda Indonesia First Class
  • Flight Review: Cathay Pacific Regional Business Class A330-300 Surabaya – Hong Kong
  • Flight Review: Cathay Pacific Regional Business Class Boeing 777-300 Hong Kong – Osaka
  • Hotel Review: Hotel WBF Gojo Omiya Kyoto
  • Hotel Review: Banister Hotel Kyoto
  • Flight Review: JAL Economy Class Boeing 787-8 Osaka Itami – Tokyo Haneda
  • Hotel Review: Grand Hyatt Tokyo
  • Lounge Review: Delta Sky Club Narita Airport
  • Flight Review: Garuda Indonesia First Class Boeing 777-300 Tokyo Narita – Denpasar
  • Lounge Review: Garuda Indonesia Domestic First Class Lounge Denpasar Airport

Bagaimana Saya Memesan Trip ini?

Untuk penerbangan ini, saya menukarkan GarudaMiles yang saya miliki ketika terdapat promosi ‘Endless Explore’ dari Garuda Indonesia.

Pada saat itu, devaluasi GarudaMiles belum berlangsung sehingga GarudaMiles yang dibutuhkan untuk penerbangan one-way First Class Garuda Indonesia rute Tokyo Haneda – Jakarta adalah 45.000 GarudaMiles/orang apabila memesan untuk 2 orang atau lebih. Saya memesan tiket tersebut beserta dengan sahabat saya yang sesama aviation blogger yaitu Steve dari UponArriving.

Sedangkan untuk penerbangan awal saya dari Surabaya ke Osaka, saya memesannya menggunakan 45.000 Asia Miles. Begitu pula untuk penerbangan Osaka Itami – Tokyo Haneda, saya memesannya menggunakan 7.500 Asia Miles yang mana adalah good deal mengingat tiket pada hari itu bisa berkisar di atas 1,5 juta Rupiah 🙂

Untuk hotel, sekali lagi saya memesannya dengan cara menukarkan Asia Miles karena pada saat itu terdapat diskon 30% untuk penukaran travel awards di Kyoto menggunakan Asia Miles.


Hal Yang Bisa Anda Pelajari Dari Trip Report Ini

Dalam satu kalimat: “Bagaimana menyikapi perubahan aircraft

Banyak orang berkata masalah datang dan berlalu, namun hal yang penting adalah bagaimana Anda menyikapi/menyelesaikan masalah tersebut. Bagi Garuda Indonesia, saya benar-benar respek terhadap respon mereka yang sangat cepat, penuh empati, dan tentunya memberikan solusi terbaik untuk masalah aircraft change kami.

Kami disambut layaknya VVIP sebelum, selama, dan sesudah penerbangan.

Apakah saya jengkel? Ya, sedikit. Tapi perasaan jengkel tersebut dengan cepat tergantikan oleh rasa kagum akan pelayanan Garuda Indonesia yang berada jauh di ekspetasi kami. Pihak Garuda Indonesia juga terkesan sangat apologetic (Anda harus membayangkan betapa banyak orang yang meminta maaf pada kami selama perjalanan, sebagian dari mereka bahkan menunduk dalam sampai kami juga ikut sungkan)

Apapun itu, saya berharap Anda akan bisa belajar banyak dari kisah seru saya pada trip report kali ini 😉

.

Apakah Anda pernah mengalami perubahan aircraft yang memengaruhi rencana perjalanan Anda?