Mengutip dari CNBC Indonesia, Garuda Indonesia diketahui akan menutup dan mengurangi berbagai rute domestik maupun rute internasional yang dinilai tidak menguntungkan. Langkah ini diambil sebagai strategi bertahan di tengah tekanan sektor penerbangan domestik setelah pemerintah menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) beberapa bulan lalu.

“Kita mengalami [beban] berat, BUMN Garuda untuk bisa survive sedemikian dan kebutuhan ke daerah remote [terpencil] penting juga. Karena Garuda enggak hanya menjadi untung, di Halmahera, dan daerah-daerah lainnya, untuk bangun sinergi.”

– Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Operasi Garuda Indonesia

ATR 72 Garuda Indonesia

Garuda Indonesia menggunakan pesawat ATR untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Foto: Ikhwan Hidayat.

Lantas, rute mana yang akan ditutup ataupun dikurangi? Untuk saat ini, Garuda Indonesia berencana (atau sudah melakukan) untuk:

  •  Mengurangi frekuensi penerbangan ke Pulau Morotai, Maumere, dan Bima
  •  Menutup penerbangan di Batam, Jambi, dan Sulawesi Utara
  •  Menutup rute Mumbai – Denpasar dan Belitung – Singapura
  •  Mengurangi frekuensi rute Denpasar – Hong Kong (7x seminggu menjadi 2x seminggu)
  •  Mengurangi frekuensi rute Jakarta – Hong Kong (14x seminggu menjadi 2x seminggu)
  •  Mengurangi frekuensi rute Jakarta – Amsterdam (6x seminggu menjadi 3x seminggu)
  •  Menutup rute ke London setelah lebaran 2019

Anehnya, sampai saat ini rute ke London masih belum ditutup dan justru berencana dioperasikan oleh pesawat baru Garuda Indonesia yakni A330-900neo yang baru diterima beberapa saat lalu.

Padahal, mengutip statement Direktur Utama Garuda Indonesia pada 21 Mei 2019 lalu, beliau menyatakan bahwa Rute ke London akan ditutup setelah lebaran.

“Untuk London pasti kita akan tutup karena kita tidak bisa subsidi lagi. Sebelumnya, memang kita buka karena kita masih bisa mensubsidi. Sekarang kita menutup setelah Lebaran”

– Ari Askhara, Direktur Utama Garuda Indonesia

Apa mungkin maksud beliau adalah Lebaran tahun 2020 😉 ? Apapun itu, saat ini Garuda Indonesia masih mengoperasikan rute ke London walaupun rute-nya boleh dibilang agak aneh yaitu Denpasar (DPS) – Medan (KNO) – London (LHR).


Baca juga: Panduan Lengkap GarudaMiles
Baca juga: Foto Pesawat A330-900neo Pertama Garuda Indonesia

Penutup

Tidak mengejutkan apabila Garuda Indonesia berencana untuk menutup & mengurangi frekuensi penerbangan ke rute-rute ke wilayah Indonesia Timur.

Selama ini, rute tersebut dinilai tidak profitabel karena biaya avtur yang lebih tinggi dibandingkan dengan bandara pada umumnya dan berbagai faktor lainnya.

Untuk rute Internasional, Garuda Indonesia sudah memangkas berbagai frekuensi penerbangan terutama untuk rute Hong Kong. Tidak mengejutkan apabila frekuensi rute tersebut dipangkas secara drastis mengingat Hong Kong sedang berada dalam kondisi kurang kondusif.

.

Apa pendapat Anda mengenai berbagai penutupan & pengurangan freksuensi penerbangan Garuda Indonesia?