Hari ini akan menjadi hari yang bersejarah bagi maskapai asal Australia, Qantas, karena sebentar lagi penerbangan Project Sunrise non-stop New York ke Sydney akan berlangsung.

Delivery flight Boeing 787-9 yang harusnya dilakukan di rute Seattle – Sydney diubah menjadi New York – Sydney agar Qantas bisa menjalankan penelitian ini.

Belum Ada Pesawat yang Mampu

Saat ini, belum ada pesawat yang mampu untuk terbang non-stop dengan kapasitas penumpang penuh. Boeing 787-9 generasi saat ini mampu untuk terbang sejauh itu, namun harus dengan muatan berat yang ringan.

Oleh karena itu, hanya sebanyak 50 penumpang yang terdiri dari dokter, tim peneliti, dan media yang akan mengikuti penerbangan ini.

Qantas secara terang-terangan telah ‘menantang’ Boeing dan Airbus untuk menciptakan pesawat khusus yang mampu terbang non-stop di rute Sydney – New York & London.

Qantas Project Sunrise

Pesawat Boeing 787-9 dengan livery 100 tahun Qantas. Foto: Australian Aviation.

Apa yang Ingin Dicapai?

Bagi Anda yang menyukai dunia aviasi, mungkin Anda sudah pernah mendengar tentang Project Sunrise ini. Qantas ingin mewujudkan penerbangan non-stop ke New York dan London dari Sydney dan Melbourne.

Tujuan dari Project Sunrise ini adalah untuk mendapatkan data tentang kesehatan penumpang, kru kabin, dan cara mengatasi jet lag pada penerbangan super panjang. Hal tersebut dilakukan agar Qantas bisa menjaga kesehatan dan keadaan penumpang & awak kabin pada penerbangan seperti ini.

Qantas 787 Business Class

Kursi Business Class yang bisa dijadikan flat-bed tentunya akan membantu membuat penerbangan selama 19 jam+ terasa lebih nyaman. Foto: Qantas.

Ikuti Penerbangan Bersejarah Ini

Penerbangan terpanjang dunia ini berjarak 9.950 mil atau 16.013 km ini akan memakan waktu sekitar 19 jam 10 menit. Pesawat Qantas tersebut dijadwalkan akan mendarat di Sydney pada 07.10 pagi hari Minggu waktu setempat.

Anda bisa mengikuti perjalanan pesawat ini melalui Flightradar24. Nomor penerbangannya adalah QF7879 (787-9 Dreamliner).

Qantas New York Sydney

Courtesy: Flighradar24.

Penutup

Tidak bisa dipungkiri jika dunia penerbangan sudah semakin maju dan efisien. Penerbangan terpanjang di dunia saat ini masih dipegang oleh Singapore Airlines di rute Singapore – New York (Newark) dengan pesawat A350-900ULR.

Qantas sudah sejak lama ingin mewujudkan mimpi terbang non-stop dari Australia ke London dan New York. Hal tersebut sebenarnya sudah terwujud dengan penerbangan non-stop Perth ke London, namun belum bisa terwujud dari Sydney dan Melbourne.

Namun sepertinya tidak butuh lama agar hal tersebut dapat terealisasi. Project Sunrise ini merupakan sebuah bold statement dari Qantas untuk mencapai ambisinya.

.

Apakah Anda lebih memilih terbang 1x dengan durasi super panjang atau dipecah dengan transit?