Melanjutkan artikel perdana saya di PinterPoin beberapa waktu lalu mengenai pemilihan kartu kredit travel yang tepat, kali ini saya akan membahas mengenai Forex (foreign exchange) kartu kredit atau debit. Topik ini juga salah satu yang banyak ditanyakan kepada saya melalui media sosial.

Sebagai latar belakang, saya dulu pernah menjadi product manager salah satu kartu kredit travel pertama dan terbaik di Indonesia (tentu saja saya tidak bisa menyebutkan banknya, namun mungkin Anda bisa menemukan jawabannya di mesin pencarian).

Memahami Forex

Bila Anda menggunakan kartu kredit untuk transaksi di luar negeri, bank penerbit akan mengenakan beberapa biaya tambahan terkait transaksi tersebut. Forex fee ini adalah salah satu pendapatan terbesar bagi banyak bank, bahkan hampir mendekati biaya iuran tahunan kartu kredit.

Mekanisme Forex fee yang dikenakan oleh bank kepada Anda: 

  1. Penerbit kartu kredit (VISA / MasterCard / Amex / JCB / dll) akan menggunakan rate yang berlaku pada saat tanggal transaksi, dan menyerahkan kepada pihak bank pada saat settlement
  2. Saat settlement, pihak bank akan mengenakan biaya tambahan (ini yang dinamakan Forex fee) kepada pemegang kartu
  3. Semua proses tersebut berlangsung sekitar 1 – 3 hari kerja

Besaran Forex Fee

Besaran Forex fee ini memang berbeda-beda untuk tiap bank. Di Indonesia sendiri, kisaran nya sekitar 0,9% hingga 5%. Yes, ada sebuah bank asing yang sangat popular juga di kalangan traveler yang mengenakan Forex fee hingga 5%!

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memilih produk yang tepat. Bisa dibayangkan, bila Anda melakukan transaksi sebesar Rp 10 juta, perbedaan Forex fee sendiri bisa mencapai Rp 400.000.

Forex Kartu Kredit

Ilustrasi menggesek kartu kredit. Kredit: Monitis.

Forex fee yang dikenakan suatu bank kepada nasabahnya juga bisa berbeda-beda, tergantung dari:

  • Tipe kartu

Semakin tinggi tier kartunya, maka bisa jadi lebih rendah atau lebih tinggi. Namun biasanya kartu tier tertinggi seperti MasterCard World Card atau Visa Infinite, akan memiliki charge yang lebih rendah.

  • Negara

Forex fee juga bisa di set lebih rendah di negara tertentu, semisal bank ingin membuat kampanye taktikal seperti pada musim Umroh atau di kota-kota destinasi liburan pada akhir tahun.

  • Seasonal

Forex fee juga bisa naik atau turun pada masa-masa tertentu. Kebanyakan bank akan menerapkan Forex fee yang lebih tinggi pada musim liburan demi potensial revenue yang lebih tinggi.

Arab Saudi Visa Turis

Pada saat Umroh, bank-bank kemungkinan akan menjalankan kampanye promo Forex fee di Arab Saudi. Foto: Detik.

Memilih Rupiah atau Mata Uang Lokal?

Pertanyaan selanjutnya yang banyak ditanyakan adalah ketika melakukan transaksi di luar negeri, mata uang mana yang harus dipilih antara Rupiah atau mata uang lokal?

Jawabannya adalah selalu memilih mata uang lokal. Banyak orang yang salah persepsi bila memilih mata uang Rupiah, mereka akan membayar lebih murah (nyatanya mereka membayar 1-2% lebih tinggi untuk biaya konversi, dan biaya tersebut diluar Forex fee yang saya terangkan sebelumnya).

Nah bagaimana caranya Anda bisa membandingkan Forex fee antar bank? Tunggu jawabannya di artikel saya selanjutnya ya! 🙂

.

Apakah kartu kredit Anda memiliki Forex fee yang kompetitif?