Kejadian vlogger aviasi Indonesia, Rius Vernandes, beberapa waktu lalu ternyata berbuntut panjang. Rius diketahui meng-upload video singkat mengenai menu Garuda Indonesia yang ditulis tangan di media sosial.

Bukannya mengambil pelajaran dari feedback penumpang, pihak Garuda Indonesia malah melarang setiap penumpang untuk mengambil gambar di dalam pesawat. Namun beberapa saat setelah larangan tersebut dibuat, Garuda mengganti kata “melarang” menjadi “menghimbau”.

HIdangan makanan business class Garuda Indonesia ketika salah satu tim PinterPoin (Edwin) mereview penerbangannya.

Lion Air Melarang Pengambilan Gambar

Dilansir dari Kompas, Lion Air kini tidak mengizinkan penumpang untuk mengambil gambar (foto maupun video) di dalam pesawat tanpa seizin manajemen perusahaan. Kepada Kompas, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan “Apabila dari lembaga atau persorangan yang akan melakukan dokumentasi diwajibkan untuk meminta izin kepada perusahaan terlebih dahulu. Kemudian perusahaan akan memberikan kebijakan,” pada hari Selasa, 16 Juli 2019.

Larangan tersebut diberlakukan untuk menerapkan budaya keselamatan dan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Namun tidak diketahui apakah penumpang masih boleh mengambil gambar selfie atau tidak di dalam penerbangan mereka.

Foto kursi di armada Boeing 747 Lion Air ketika salah satu tim PinterPoin (Ikhwan) mereview penerbangannya.

Pendapat

Larangan yang ditetapkan oleh kedua maskapai terbesar di Indonesia tersebut menurut saya kurang logis. Kedua maskapai tersebut mengatakan larangan tersebut diberlakukan untuk menjaga keselamatan. Namun menurut saya, sebagian besar blogger dan vlogger aviasi sudah mematuhi peraturan keselamatan dengan tidak mengambil gambar pada saat yang tidak memungkinkan. Selain itu, untuk menjaga privasi, sebagian besar blogger telah meminta izin atau mem-blur wajah awak kabin dan penumpang lainnya.

Penetapan larangan ini bukan hanya heboh di Indonesia saja, namun beberapa blogger mancanegara seperti OMAAT dan SimpleFlying pun sudah menerbitkan artikel mengenai larangan ini. Tentu saja ini mencoreng nama baik Indonesia dan juga “mematikan” hak blogger dan vlogger untuk mengkaji pelayanan suatu maskapai. Mungkin setelah larangan ini diberlakukan, kedepannya kita tidak akan bisa menemukan lagi foto maupun video pelayanan di dalam kabin Garuda maupun Lion Air.

Bagaimana menurut Anda larangan yang diberlakukan Garuda dan Lion Air?