Perjalanan saya ke Eropa kali ini diakhiri dengan mencoba business class “Regional” di pesawat A350 terbaru milik Singapore Airlines dari Singapore menuju ke Jakarta.

Beruntungnya, pesawat yang saya dapatkan ini masih brand new, fresh diterima 10 hari sebelum oleh Singapore Airlines (8 Juni 2019). Aroma pesawat baru bahkan masih bisa tercium.

Singapore Airlines


Flight Review: Oman Air Economy Class B787-9 Jakarta – Muscat

Lounge Review: Primeclass Lounge Muscat International Airport

FOTO: Impresi Mengunjungi Muscat, Oman Dalam 1 Hari

Flight Review: Oman Air Economy Class B737-8 Muscat – Moscow, Business Class on a Budget

Lounge Review: SAS Lounge Copenhagen Airport

Flight Review: Austrian “Europe” Business Class A319-100 Copenhagen – Vienna

Flight Review: Turkish Airlines Business Class A330-300 Vienna – Istanbul (New Airport)

Lounge Review: Turkish Airlines Lounge New Istanbul Airport

Flight Review: Singapore Airlines Business Class 777-200ER Istanbul – Singapore

Lounge Review: Singapore Airlines SilverKris Lounge Terminal 3 Changi Airport

Lounge Review: Singapore Airlines SilverKris Lounge Terminal 2 Changi Airport

Flight Review: Singapore Airlines Business Class A350-900R Singapore – Jakarta


Singapore Airlines Business Class A350-900R Singapore – Jakarta

Setelah meninggalkan SilverKris Lounge di terminal 2, saya menuju ke area gate dimana pesawat telah terparkir.

Area menunggu.

Bridge terpisah untuk penumpang business class & economy class.

Nomor Penerbangan: SQ964

Jenis Pesawat: Airbus A350-900 Regional

Registrasi Pesawat: 9V-SHH

Rute: Singapore (SIN) – Jakarta (CGK)

Tanggal: Selasa, 18 Juni 2019

Waktu Berangkat: 17:44 (Waktu seharusnya 17:20)

Waktu Tiba: 18.06 (Waktu seharusnya 18.05)

Durasi Penerbangan : 1 jam, 22 menit

Kursi: 20A

Sesampainya di pintu pesawat, awak kabin kemudian menyambut dengan ramah dan mengantarkan ke kursi.

Kabin business class Singapore Airlines A350-900 Regional.

Dikarenakan kursi 20A terletak di mini cabin, maka kabin ini akan dilewati oleh penumpang economy class saat prosesi boarding. Alhasil, saya harus sedikit mengantri untuk bisa mencapai kursi saya.

Meski demikian, saat penerbangan, kabin ini akan terasa lebih sepi dan eksklusif ketimbang kabin business class utama di depan.

Business Class A350 Singapore Airlines

Mini kabin business class Singapore Airlines A350-900 Regional yang terasa lebih eksklusif.

Keuntungan dari kursi 20A di mini cabin ini adalah jumlah kursi yang lebih sedikit ketimbang bagian depan.

20A.

Kursi 20A.

Pemandangan dari kursi 20A.

In flight entertainment dengan layar touch screen.

Ottoman yang sebenarnya cukup sempit bagi saya ketika dalam flat bed mode.

Sabuk pengaman 2 arah.

Terdapat tempat penyimpanan kecil dimana terdapat noise cancelling headphone, USB & power plug.

Controller untuk in flight entertainment.

In flight entertainment controller.

Lampu baca.

Gantungan jaket.

Mood lighting.

Control panel untuk mengatur TV, posisi kursi, lampu, do not disturb.

Meja yang terletak di bawah layar.

Tidak lama setelah duduk, awak kabin menawarkan welcome drink dan memberikan handuk basah hangat.

Singapore Airlines Charles Heidsieck

Champagne Charles Heidsieck.

Handuk basah hangat diberikan. Jika diperhatikan, Anda bisa melihat asap yang keluar dari handuk tersebut.

Bersiap untuk lepas landas.

Lepas landas! Tentunya saya sangat menikmati pemandangan mesin Rolls-Royce Trent XWB ini.

Airbus A350 Singapore Airlines

Melihat pemandangan dari jendela pesawat merupakan salah satu hal favorit saya.

Makanan

Untuk penerbangan singkat ini, pilihan makanan di menu tidak terlalu ekstensif. Untungnya, saya bisa memesan makanan melalui Book the Cook (BTC).

Seluruh makanan disajikan dalam 1 tray karena durasi penerbangan yang pendek. Turbulensi juga menyebabkan meal service sedikit terlambat sehingga kru harus bekerja lebih cepat dari biasanya.

Singapore Airlines Business Class

Meal service dimulai dengan minuman dan roti.

Kali ini, saya memilih Seared Nut-Crusted Veal Fillet yang didesain oleh celebrity chef Carlo Cracco. Bisa dibilang jika ini merupakan salah satu makanan Book the Cook yang berkesan bagi saya untuk business class Singapore Airlines.

Seared Nut-Crusted Veal Fillet.

Seared Nut-Crusted Veal Fillet.

Seared Nut-Crusted Veal Fillet Singapore Airlines

Seared Nut-Crusted Veal Fillet.

Meskipun dimasak well done, tekstur dari veal ini sangat empuk tanpa lemak.

Pada penerbangan pendek ini, SQ hanya menyediakan selembar menu makanan singkat. Untuk minuman & alkohol, Anda harus meminta secara spesifik kepada kru kabin. Berikut adalah menu makanan pada penerbangan kali ini.

Singapore Airlines Business Class Menu Jakarta

Menu SIN – CGK.

Lavatory

Kamar mandi business class terletak di bagian depan (belakang kokpit) dan diantara 2 kabin business class itu sendiri.

Terdapat amenities dari Penhaligon’s yang umumnya ditemukan pada penerbangan business class Singapore Airlines lainnya.

Kamar mandi ini dalam kondisi bersih dan terawat.

Sekembalinya dari lavatory, saya menyempatkan diri untuk mengubah kursi menjadi flat bed untuk istirahat sejenak.

Flat Bed Singapore Airlines

Posisi kursi dalam flat bed mode.

Singapore Airlines A350

Mood lighting mengikuti suasana matahari terbenam.

Sebelum mendarat, kru kabin menghadiahi saya 2 buah teddy bear untuk menambah koleksi pribadi saya.

Teddy Bear Singapore Airlines

2 teddy bear Singapore Airlines.

Mendarat di Jakarta.

9V-SHH Singapore Airlines

Thanks for the nice ride, 9V-SHH!

Cara Memesan

Saya menggunakan 49.000 KrisFlyer miles + SGD $44 untuk penerbangan sekali jalan business class dari Istanbul ke Jakarta via transit Singapore.

Total, saya menukarkan sebanyak 74.000 KrisFlyer miles untuk:

  • Austrian Airlines business class Copenhagen – Vienna
  • Turkish Airlines business class Vienna – Istanbul
  • Singapore Airlines business class Istanbul – Singapore
  • Singapore Airlines business class Singapore – Jakarta

Sebagai perbandingan, jika menukarkan KrisFlyer miles dari Copenhagen atau kota Eropa lainnya, saya harus menukarkan 92.000 KrisFlyer miles!

Baca trik melakukannya di link berikut:


Trik KrisFlyer: Business Class Singapore Airlines Rute Eropa, Hanya 49.000 Miles Sekali Jalan!


Penutup

Terbang dengan Singapore Airlines (terutama di business/first class) merupakan metode ternyaman dan saya anggap sebagai treat untuk rute regional Jakarta – Singapura. Saya pribadi tidak mempermasalahkan terbang di economy class atau bahkan dengan low cost carrier di rute yang sangat singkat ini. Namun, tentunya mendapat kesempatan untuk kembali menikmati business class di rute ini tidak akan saya lewatkan.

Highlight dari penerbangan ini adalah pesawat brand new & pengalaman pertama saya terbang di A350 konfigurasi regional. Selain itu, kru kabin juga telah bekerja dengan sangat efisien dan profesional di penerbangan berdurasi singkat ini. Makanan Book the Cook yang saya pilih juga nikmat dan berkesan. Sayangnya, saya tidak akan memiliki waktu yang banyak untuk menikmati penerbangan ini 🙂 .

Apakah Anda pernah terbang dengan Singapore Airlines?