Setelah puas berkunjung ke bandara baru Istanbul & flagship lounge baru Turkish Airlines, kini saya harus terbang kembali ke Indonesia. Saya memanfaatkan sweet spot KrisFlyer untuk terbang di business class Singapore Airlines dari Istanbul ke Singapore lalu Jakarta.

Turkish Lounge yang impresif.


Baca juga: Trik KrisFlyer: Business Class Singapore Airlines Rute Eropa, Hanya 49.000 Miles Sekali Jalan!


Flight Review: Oman Air Economy Class B787-9 Jakarta – Muscat

Lounge Review: Primeclass Lounge Muscat International Airport

FOTO: Impresi Mengunjungi Muscat, Oman Dalam 1 Hari

Flight Review: Oman Air Economy Class B737-8 Muscat – Moscow, Business Class on a Budget

Lounge Review: SAS Lounge Copenhagen Airport

Flight Review: Austrian “Europe” Business Class A319-100 Copenhagen – Vienna

Flight Review: Turkish Airlines Business Class A330-300 Vienna – Istanbul (New Airport)

Lounge Review: Turkish Airlines Lounge New Istanbul Airport

Flight Review: Singapore Airlines Business Class 777-200ER Istanbul – Singapore

Lounge Review: Singapore Airlines SilverKris Lounge Terminal 3 Changi Airport

Lounge Review: Singapore Airlines SilverKris Lounge Terminal 2 Changi Airport

Flight Review: Singapore Airlines Business Class A350-900R Singapore – Jakarta


Salah satu hal yang mungkin akan dikeluhkan oleh orang banyak adalah besarnya bandara baru Istanbul. Hal tersebut untuk kesekian kalinya saya buktikan karena harus berjalan sangat jauh hingga ke gate dimana pesawat Singapore Airlines telah terparkir.

Singapore Airlines Boeing 777-200ER (9V-SVN). Kredit: Kivanc Ucan | Plane Spotters.

Nomor Penerbangan: SQ391

Jenis Pesawat: Boeing 777-200ER

Registrasi Pesawat: 9V-SVN

Rute: Istanbul New Airport (IST) – Singapore (SIN)

Tanggal: Senin, 17 Juni 2019

Waktu Berangkat: 13:44 (Waktu seharusnya 13:30)

Waktu Tiba: 05.16 (Waktu seharusnya 05.00)

Durasi Penerbangan : 10 jam, 33 menit

Kursi: 11K

Proses boarding dimulai dengan urutan berikut.

Penumpang dengan kebutuhan khusus, yang membawa anak-anak, anggota PPS Club dan business class dipersilahkan untuk memasuki pesawat lebih awal.

Kabin & Kursi

Singapore Airlines Business Class Istanbul

Good to be back! Salah satu kabin business class favorit saya meskipun sudah termakan usia.

Singapore Airlines Business Class Istanbul

Saya berhasil mengamankan kursi 11K (bulkhead).

Kursi business class ini terasa sangat luas dan sebenarnya saya merasa jika kursi ini kadang terasa seperti first class.

Kursi yang sangat lebar.

Setiap kali terbang di konfigurasi business class ini, saya selalu berusaha untuk mendapatkan kursi baris terdepan (bulkhead). Alasannya? Karena ruang gerak kaki yang tidak terbatas sehingga saya bisa berbaring lurus sepenuhnya.

Ottoman di kursi bulkhead.

Sedangkan berikut adalah ottoman di kursi non-bulkhead yang sangat sempit menurut pendapat saya.

Ottoman di kursi non-bulkhead (12K) yang terletak tepat dibelakang kursi saya.

Layar in flight entertainment.

Pengatur kursi yang terletak di sebelah kiri.

Jeda antara kursi dengan jendela.

Kursi 11K yang merupakan kursi terbaik di kabin ini menurut saya.

Recline maksimal yang bisa dicapai dengan kursi ini.

Tempat penyimpanan kecil.

Power plug.

Tray untuk minuman.

Vanity mirror.

Singapore Airlines tidak menyediakan amenity kit untuk business classnya. Tetapi, di tiap kursi telah tersedia:

  • Noise cancelling headphone
  • 2 buah bantal
  • Slippers (sendal)
  • Kaos kaki
  • Penutup mata
  • Menu makanan

 

2 buah bantal.

Sendal, kaos kaki, dan penutup mata di tiap kursi.

Sayangnya, Singapore Airlines tidak memberikan amenity kit untuk business class (meskipun sempat melakukannya beberapa waktu lalu).

Sesaat setelah duduk, seorang pramugari datang untuk memberikan handuk basah hangat kemudian disusul dengan welcome drink berupa champagne. Servis Singapore Airlines tentunya selalu top notch!

Segelas champagne, Charles Heidsieck, untuk memulai penerbangan ke Singapore.

Pertama kalinya saya melihat pesawat Air Albania.

Penampakan pesawat di bandara baru Istanbul.

Jika Anda kebetulan mendapatkan pesawat SQ generasi lama, maka akan sangat terasa jika pesawat ini sudah berumur & menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Sobekan di leather yang ditambal.

Kabar baiknya adalah rute Istanbul ini akan segera mendapatkan pesawat Airbus A350-900 mulai 1 Desember 2019! Perlahan, SQ akan merevitalisasi armada pesawatnya dengan pesawat baru yang modern dan efisien.

Maklum, pesawat Boeing 777-200ER (9V-SVN) yang saya tumpangi ini sudah berusia 16 tahun lebih dan akan segera dipensiunkan. Sedangkan kursi business class ini baru dipasang pada tahun 2013 guna menyamakan kualitas pelayanan kabin di tiap pesawat.

Makan

Servis makanan akan diberikan 2x pada penerbangan ini, yaitu makan siang setelah lepas landas, dan sarapan sebelum mendarat di Singapore. Meski demikian, Anda bisa meminta makanan ringan atau snack kapanpun Anda mau.

Tidak lama setelah lepas landas, awak kabin mulai menyiapkan servis makan siang dimulai dengan memberikan minuman. Gelas champagne saya diisi kembali & kali ini saya meminta segelas orange juice sebagai pendamping.

OJ & Champagne.

Kemudian Singapore Chicken and Lamb Satay disajikan sebagai Canape.

Singapore Chicken and Lamb Satay.

Kemudian awak kabin datang untuk menyiapkan meja makan. Singapore Airlines menggunakan tableware Narumi untuk business class dan Wedgwood untuk First Class & Suites.

Makanan pembuka dimulai dengan Marinated Prawns with Aubergine Salad.

Meksipun fasilitas Book the Cook (BTC) tidak tersedia dari Istanbul, namun saya tetap bisa memesan makanan yang ada di menu sebelum penerbangan. Saya memilih Braised Beef Short Rib untuk main course kali ini yang cukup pleasant & tender.

Braised Beef Short Rib yang disajikan dengan cornbread pudding, sauteed spinach dan smoked tomato butter.

Selesai dengan hidangan utama, awak kabin kemudian menawarkan dessert yang disajikan menggunakan troli.

Troli dessert yang disajikan di depan kursi.

Pilihan dessert berupa Pomegranate Sorbet atau Chocolate Nougat Mousse Parfait. Ketika ditanya saya menginginkan yang mana, saya bertanya, “Can I have both, please?”, dan kemudian pramugari tanpa ragu menjawab “Sure thing! You better let me know which one do you like better!”. 

Setelah dessert, masih ada cheese course dan fresh fruit untuk menutup. Namun saya memutuskan untuk skip karena sudah cukup kenyang & mendapat 2 desserts 😉 . Saya meminta segelas TWG Chamomile tea dengan honey untuk membantu saya tertidur lebih lelap.

Lavatory

Kamar mandi business class terletak di paling belakang. Tidak ada kamar mandi di bagian depan sehingga kursi 11K terasa lebih privat.

SQ menggunakan dekorasi bunga imitasi untuk menambah sentuhan mewah di toilet business class.

Amenities di kamar mandi business class.

Amenities dari Penhaligon’s.

Gelas kertas untuk mouthwash.

Bed Mode

Sekembalinya ke kursi, saya meminta tolong kepada pramugari untuk melakukan turn down service (merubah kursi menjadi posisi ranjang). Hal ini tentunya bisa dilakukan sendiri, namun saya meminta bantuan kepada pramugari agar bisa merekam proses mengubah posisi kursinya

.

Singapore Airlines Business Istanbul

Kondisi kabin yang disiapkan untuk istirahat.

Singapore Airlines Business Istanbul

Singapore Airlines Business Istanbul

Singapore Airlines Business Istanbul

Salah satu kekurangan dari flat bed mode di kursi ini selain ruang gerak kaki yang sempit di kursi non-bulkhead adalah posisi ranjang yang tidak sepenuhnya rata. Ketika berbaring, Anda akan bisa merasakan ‘jendolan’ pada bagian pinggang – bokong.

Sarapan Sebelum Mendarat

Kurang lebih 2-3 jam sebelum mendarat, awak kabin membangunkan setiap penumpang untuk persiapan sarapan. Anda bisa meminta untuk tidak dibangunkan jika memang Anda ingin memaksimalkan tidur.

Sarapan dimulai dengan buah dan pastry.

Bircher muesli sebagai appetizer.

Saya sebenarnya telah melakukan pre-order makanan sebelum penerbangan. Namun, awak kabin dengan senang hati mengubah pesanan saya menjadi Golden Waffles with Orange-Caramel Sauce.

Golden Waffles with Orange-Caramel Sauce.

Sarapan ditutup dengan segelas Milo.

Menu Makanan

Berikut adalah menu lengkap pada penerbangan kali ini. Menurut saya, Singapore Airlines memiliki buku menu yang impresif untuk business class dan first class/Suites.

Menu makan siang.

Menu sarapan.

Mendarat di Singapore sebelum matahari terbit pada jam 5.16 pagi. Saya segera menuju ke SilverKris lounge terminal 3 untuk mandi sebelum keluar untuk mengunjungi keluarga saya di Singapore.

Thanks for the ride 9V-SVN!

Cara Memesan Penerbangan

Saya menggunakan 49.000 KrisFlyer miles + SGD $44 untuk penerbangan sekali jalan business class dari Istanbul ke Jakarta via transit Singapore.

Total, saya menukarkan sebanyak 74.000 KrisFlyer miles untuk:

  • Austrian Airlines business class Copenhagen – Vienna
  • Turkish Airlines business class Vienna – Istanbul
  • Singapore Airlines business class Istanbul – Singapore
  • Singapore Airlines business class Singapore – Jakarta

Sebagai perbandingan, jika menukarkan KrisFlyer miles dari Copenhagen atau kota Eropa lainnya, saya harus menukarkan 92.000 KrisFlyer miles!

Baca trik melakukannya di link berikut:


Trik KrisFlyer: Business Class Singapore Airlines Rute Eropa, Hanya 49.000 Miles Sekali Jalan!


Penutup

Terbang dengan Singapore Airlines setiap kali adalah sebuah treat bagi saya dan kebanyakan orang. Pelayanan awak kabin yang sangat ramah & profesional selalu memberikan impresi yang baik tentang Singapore Airlines. Penerbangan kali ini tidak menjadi pengecualian.

Meskipun pesawat yang saya tumpangi ini sudah cukup berusia, namun secara keseluruhan masih dalam kondisi yang baik dan terawat. Kabar baiknya adalah rute Istanbul – Singapore ini akan segera mendapatkan pesawat A350 dengan kursi business class yang lebih baru. Jumlah kursi business class juga akan bertambah dari 26 kursi (777-200ER) menjadi 42 kursi (A350-900) yang berarti award availability di rute ini akan semakin baik.

Apakah Anda pernah memanfaatkan trik KrisFlyer ini untuk terbang ke/dari Eropa?