Setelah mengunjungi SAS Lounge, saya akan menaiki Austrian Airlines “Europe” business class menuju ke Vienna. Penerbangan ini akan menandai selesainya perjalanan saya di Russia & Scandinavia tahun ini.

Penerbangan ini merupakan segmen pertama sebelum penerbangan selanjutnya dengan business class Turkish Airlines di pesawat A330-300 menuju ke Istanbul.

Sejujurnya, saya kurang excited untuk penerbangan ini karena sebelumnya saya sudah pernah merasakan “Europe” business class yang menurut saya tidak worth it. Namun, saya sengaja menambah segmen ini untuk memperkenalkan kabin ini kepada Anda semua.

Bagi Anda yang belum familiar, hampir setiap maskapai di Eropa menerapkan konsep “Europe” business class untuk penerbangan jarak dekat. Pada dasarnya, business class ini menggunakan kursi economy class biasa, namun kursi tengah akan dikosongkan untuk ruang gerak ekstra. Anda juga akan mendapatkan hidangan makanan business class.

Austrian Business Class

Kursi tengah yang dikosongkan untuk ruang gerak lebih.


Flight Review: Oman Air Economy Class B787-9 Jakarta – Muscat

Lounge Review: Primeclass Lounge Muscat International Airport

FOTO: Impresi Mengunjungi Muscat, Oman Dalam 1 Hari

Flight Review: Oman Air Economy Class B737-8 Muscat – Moscow, Business Class on a Budget

Lounge Review: SAS Lounge Copenhagen Airport

Flight Review: Austrian “Europe” Business Class A319-100 Copenhagen – Vienna

Flight Review: Turkish Airlines Business Class A330-300 Vienna – Istanbul (New Airport)

Lounge Review: Turkish Airlines Lounge New Istanbul Airport

Flight Review: Singapore Airlines Business Class 777-200ER Istanbul – Singapore

Lounge Review: Singapore Airlines SilverKris Lounge Terminal 3 Changi Airport

Lounge Review: Singapore Airlines SilverKris Lounge Terminal 2 Changi Airport

Flight Review: Singapore Airlines Business Class A350-900R Singapore – Jakarta


Austrian “Europe” Business Class A319-100 Copenhagen – Vienna

Setelah mengunjungi SAS Lounge yang agak membosankan, saya memutuskan untuk berjalan langsung ke gate A14 yang terletak cukup jauh dari terminal utama.

Gate A14 bandara Copenhagen.

Area menunggu di Gate A14.

Austrian

OE-LDD tiba dari Vienna untuk kemudian terbang kembali ke Vienna.

Nomor Penerbangan: OS304

Jenis Pesawat: Airbus A319-100

Registrasi Pesawat: OE-LDD “Moscow”

Rute: Copenhagen (CPH) – Vienna (VIE)

Tanggal: Minggu, 16 Juni 2019

Waktu Berangkat: 18:04 (Waktu seharusnya 17:45)

Waktu Tiba: 19:36 (Waktu seharusnya 19:30)

Durasi Penerbangan : 1 jam, 32 menit

Kursi: 2A

Saat akan memasuki pesawat, terdapat sebuah plakat logo Austrian, Star Alliance dan katering Do & Co. Tentunya ekspektasi saya untuk makanan di penerbangan ini menjadi semakin tinggi karena reputasi baik yang dimiliki Do & Co.

Austrian Do & CoSayangnya saya tidak berkesempatan untuk memfoto baris kursi business class secara proper karena sudah dipenuhi oleh penumpang lain yang telah masuk ke pesawat lebih dulu.

“Europe” business class Austrian.

Seperti yang sudah saya jelaskan, kursi business class merupakan kursi economy class yang tengahnya dikosongkan untuk ruang gerak lebih. Anda tidak akan mendapatkan kursi business class recliner besar atau flat bed layaknya di Asia.

Tirai pemisah business class dengan economy class.

Ruang gerak kaki yang memadai.

Austrian Business Class

Tidak ada welcome drink seperti business class pada umumnya. Awalnya saya mengira mungkin dikarenakan adanya antrian penumpang economy yang harus melewati kabin business class, sehingga kru kabin tidak bisa menyajikan welcome drink. Namun, setelah proses boarding selesai, ternyata tetap tidak disajikan welcome drink.

Proses boarding selesai dalam waktu yang cukup efisien, pesawat kemudian segera melakukan push back untuk keberangkatan ke Vienna.

Menuju ke landasan.

Lepas landas dari Copenhagen.

Enroute Vienna, Austria.

Tirai pemisah setelah lepas landas.

Tirai ke galley juga digunakan.

Makan

Kurang lebih 20 menit setelah lepas landas, kru kabin mulai menyajikan makan siang ringan untuk penerbangan singkat ini.

Meja makan ukuran economy class.

Tidak ada menu, pilihan makanan hanya terdapat 1 yaitu semacam pasta dengan ayam dan dessert berupa orange panna cotta?

Bagi Anda yang memiliki kebutuhan makanan khusus (contoh: makanan vegetarian, gluten free, religius), Anda sepertinya wajib memesan lewat website sebelum penerbangan.

Austrian Business Class Lunch

Lunch ringan untuk penerbangan 1.5 jam.

Saya cukup menyukai desain piring segitiga yang digunakan oleh Austrian yang menurut saya sangat efisien dalam memaksimalkan space.

Alat makan lengkap.

Creamy pasta with chicken? Tidak ada menu pada penerbangan kali ini sehingga saya tidak mengetahui nama pasti dari menu ini.

Orange Panna Cotta?

Secara keseluruhan, makanan yang disajikan cukup enak untuk ukuran penerbangan pendek seperti ini. Tekstur pasta sayangnya agak terlalu lembek, tidak sesuai dengan preferensi pribadi saya; al dente. Tetapi rasa dari saus dan ayamnya cukup enak dan pleasant.

Dessert juga cukup pleasant dan enak, namun saya kurang yakin apakah ini adalah orange atau passionfruit. 

Untuk minuman, terdapat pilihan soft drink seperti soda, air, teh. Kemudian terdapat beer, dan wine. Anda harus menanyakan sajian minuman karena tidak adanya menu. Saya memilih sparkling wine yang berasal dari Austria, pramugari kemudian memberikan 1 botol kecil kepada saya.

Schlumberger, Austrian sparkling wine.

Cheers to a good life!

Sedikit Komplain

Dikarenakan tidak ada jarak khusus antara kabin business dengan economy class, penumpang yang duduk di belakang saya sering sekali menyenggol kursi saya. Penumpang dibelakang saya berpostur badan cukup besar dan beliau memang nampak kesempitan.

Lutut penumpang di belakang saya yang mentok dengan kursi.

Komplain lainnya adalah penumpang dari economy yang menggunakan toilet business class meskipun terdapat tirai pemisah.

Saya tidak yakin apakah penumpang economy Austrian memang diperbolehkan untuk maju kedepan atau tidak. Tetapi saya tidak terlalu mempermasalahkan karena memang toilet economy class di pesawat ini terletak di paling belakang pesawat. Penumpang economy yang duduk di bagian depan tentunya harus berjalan lebih jauh ke belakang.

Kamar Mandi

Tidak ada amenities yang spesial dari kamar mandi ini, mungkin karena bisa digunakan oleh penumpang economy class juga.

Penerbangan ini terasa sangat cepat karena memang jarak penerbangan yang cukup pendek.

Terparkir di sebelah pesawat Austrian di bandara Vienna.

Cara Memesan

Saya menggunakan 25.000 KrisFlyer miles dan pajak/biaya sebesar S $204.80 untuk penerbangan dengan Austrian dan Turkish Airlines dari Copenhagen ke Istanbul (via Vienna).

Website Singapore Airlines belum bisa menampilkan seluruh penerbangan Star Alliance secara lengkap. Alhasil, saya memesan penerbangan ini dengan menelpon ke reservation line Singapore Airlines.

Jika harus membayar dengan uang, maka penerbangan Austrian ini dihargai sebesar Rp 7,4 juta sekali jalan! Tentunya saya tidak akan membayar semahal itu untuk penerbangan “Europe” business class singkat seperti ini.

Penutup

Sesampainya di Vienna, saya segera berlari untuk mengejar penerbangan dengan Turkish Airlines ke Istanbul. Saya harus berlari karena waktu transit singkat & harus melewati imigrasi untuk keluar dari Schengen.

Penerbangan dengan Austrian ini cukup nyaman untuk jarak pendek. Tidak terasa, waktu penerbangan berlalu dengan sangat cepat berkat adanya layanan makan yang membantu membunuh waktu.

Saya pribadi akan sebisa mungkin menghindari kabin “Europe” business class seperti ini untuk penerbangan intra Eropa selanjutnya kecuali jika memang harus. Saya bisa saja terbang langsung ke Istanbul tanpa perlu transit di Vienna, namun saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan “Europe” business class kepada Anda. Semoga ulasan ini bisa membantu Anda untuk memahami & menghindari “Europe” business class jika memungkinkan.

Apakah Anda pernah mencoba “Europe” business class?