Kali ini saya akan mengulas penerbangan Garuda Indonesia business class domestik dari Jakarta menuju ke Surabaya. Penerbangan ini merupakan salah satu bagian dari beberapa ulasan yang terdiri dari:


Flight Review

Nomor Penerbangan: GA 0322

Jenis Pesawat: Boeing 737-800

Rute: Jakarta (CGK) – Surabaya (SUB) 

Tanggal: Sabtu, 12 April 2019

Waktu Berangkat: 17:10

Waktu Tiba: 18:50

Durasi Penerbangan: 1 jam 40 menit 


Check-in & Ground Experience

Ground experience untuk penerbangan kelas Garuda Indonesia cukup exceptional. Terdapat counter check-in tersendiri untuk penumpang business dan first class serta anggota GarudaMiles Gold/Platinum dan SkyTeam Elite.

Begitu saya menunjukkan bukti pemesanan tiket saya di Apps Garuda Indonesia, petugas yang standby di area check-in khusus ini langsung mempersilahkan saya duduk di sofa dan beliau yang menguruskan semuanya dari pemilihan kursi sampai dengan check-in bagasi. So far so good.

Area check-in khusus untuk penumpang non-ekonomi

Anda hanya perlu duduk dan menunggu sampai proses check-in selesai

Setelah proses check-in selesai, saya segera menuju ke security checkpoint karena saya perlu me-review Executive Lounge Garuda Indonesia yang terletak di bagian dalam airport ini setelah security checkpoint.

Sekali lagi, karena saya adalah penumpang kelas bisnis, saya bisa masuk jalur security checkpoint prioritas yang mana hampir tidak memiliki antrian sama sekali. Indahnya terbang di business class 🙂

Jalur security checkpoint khusus untuk penumpang non-ekonomi atau anggota Sky Priority

Untuk review Garuda Indonesia executive lounge yang saya gunakan sebelum penerbangan, Anda bisa membacanya di sini.

Pengalaman saya menggunakan executive lounge Garuda Indonesia di T3 Domestik Soekarno-Hatta cukup memuaskan.

Begitu pula ketika pesawat boarding. Penumpang business class dan anggota SkyPriority dipersilahkan masuk ke dalam pesawat terlebih dahulu.

Di luar dugaan saya, cukup banyak penumpang kelas ekonomi yang menjadi anggota SkyPriority. Saya mengingat setidaknya ada 3 orang yang duduk di kelas ekonomi namun bisa boarding terlebih dahulu karena mereka adalah anggota Sky Priority.

Terminal 3 adalah rumah dari Garuda Indonesia.

Review business class domestik Garuda Indonesia.

Hard Product

Hampir seluruh rute domestik antar kota besar Garuda Indonesia dilayani dengan pesawat Boeing 737-800, penerbangan ini tidak terkecuali. Kabin business class memiliki formasi kursi 2-2 dengan jumlah 3 baris.

Review business class domestik Garuda Indonesia.

Saya sendiri duduk kursi 6A yang merupakan true window seat. Untuk penerbangan kali ini, semua kursi business class terisi penuh dan saya memiliki seat mate di sebelah saya.

Kursi kelas bisnis untuk penerbangan domestik memiliki formasi 2-2

Kursi 6A memiliki window view yang sangat baik

Setiap kursi dari business class ini memiliki retractable footrest yang bisa digunakan untuk menyandarkan kaki Anda. Berada di kursi bulkhead juga memiliki kelebihan tersendiri yaitu legroom yang lebih luas walaupun tidak terlalu signifikan.

Di sebelah bagian bawah kursi, terdapat power plug dan life vest.

Kursi bulkhead memiliki kelebihan berupa legroom yang lebih luas

Setiap dari kursi kelas bisnis juga dilengkapi dengan armrest yang cukup lega, lengkap dengan tombol untuk mengatur IFE dan juga mengatur inklinasi kursi. Armrest di sebelah kanan menyimpan IFE yang bisa Anda gunakan untuk menonton film, mendengarkan musik, atau bermain game walaupun harus saya katakan kualitas gambar maupun musik dari IFE tersebut kurang bagus dan tombolnya juga kurang responsif.

Armrest di business class Garuda Indonesia.

Armrest yang menyimpan IFE terletak di bagian sebelah kanan kursi

IFE di business class Garuda Indonesia.

In flight entertainment business class domestik Garuda Indonesia.

Sedangkan armrest di sebelah kiri kursi bisa Anda gunakan untuk mengatur inklinasi kursi

Kualitas headset business class Garuda Indonesia yang diberikan cukup bagus :), sayangnya IFE kurang mendukung.

Selama perjalanan, penumpang kelas bisnis akan diberikan hot towel dan tentunya welcome drink. Saya memilih apple juice yang rasanya menyegarkan dan bahkan menyempatkan diri untuk meminta satu welcome drink lagi sebelum proses take-off dimulai.
Minuman di business class Garuda Indonesia.

Soft Product

Makan malam dihidangkan sekitar 30 menit setelah take off. Terdapat 2 pilihan yaitu pasta with sauce atau chicken satay. Saya memilih chicken satay karena saya mendengar bahwa kualitas makanan Garuda Indonesia terutama untuk Indonesian food cukup baik.

Makanan di business class domestik Garuda Indonesia.

Makanan di business class domestik Garuda Indonesia.

Dan ternyata pilihan saya tidak salah. Chicken satay Garuda Indonesia sangat (sangat) lezat. Potongan dagingnya tebal namun sangat lembut dan juicy, bumbunya sate-nya sangat meresap dan gurih, dan lontongnya juga terasa sangat pas dengan sate tersebut. Saya akan memberikan skor 9 dari 10 untuk chicken satay dari Garuda Indonesia ini dan akan merekomendasikannya untuk Anda yang berkesempatan naik business class domestik dari Garuda Indonesia ini.

Pelayanan dari pramugari Garuda Indonesia juga flawless. Setiap dari penumpang kelas bisnis akan disapa dengan nama dan mereka cukup atentif dalam memberikan pelayanan namun tidak annoying.

Seperti yang sudah saya sampaikan, saya bisa meminta tambah welcome drink, krupuk pada sate, dan sebagainya tanpa ada masalah. Saya tidak meragukan jika Garuda Indonesia memang sangat bagus dalam hal kualitas pelayanan. Singkat kata, ekspetasi saya pada service quality Garuda Indonesia cukup tinggi dan mereka memenuhinya.

Penutup

Penerbangan kelas bisnis domestik Garuda Indonesia sangat worth it. Dari proses check-in sampai dengan turun pesawat, saya merasa setiap GarudaMiles yang saya keluarkan untuk bisa terbang di business class ini sangat sebanding.

Hanya saja, jika ada satu hal yang tidak/kurang saya sukai adalah kualitas hard product pesawat yang terkesan cukup butut. Sebagai contoh, IFE penerbangan ini memiliki kualitas gambar dan suara yang kurang bagus dan touch screen-nya kurang responsif. Colokan yang berada di bagian sebelah bawah kursi mudah disconnected ketika terdapat goyangan yang cukup signifikan dalam pesawat atau tersenggol sedikit, dan sebagainya.

Kualitas pelayanan yang saya peroleh selama penerbangan ini sangat memuaskan dan makanan yang disajikan selama penerbangan juga sangat lezat (setidaknya untuk sate ayam saya). Singkat kata, jika ada promo penukaran GarudaMiles lagi, saya sudah pasti akan menukar miles saya untuk business class alih-alih economy class karena perbedaan 2 kelas ini bagaikan langit dan bumi.

Apa pendapat Anda mengenai business class domestik Garuda Indonesia?