Lounge Review

Saya berkesempatan mengunjungi Garuda Indonesia Executive lounge yang terletak di Terminal 3 Domestik bandara Soekarno-Hatta beberapa jam sebelum penerbangan saya ke Surabaya lepas landas. Layaknya Garuda Indonesia executive lounge lainnya, akses ke airport lounge ini dibatasi untuk penumpang kelas bisnis dan first class serta anggota GarudaMiles Platinum ataupun SkyTeam Elite Plus.

Kesan pertama saya untuk airport lounge ini adalah BESAR. Saya tidak bercanda, airport lounge Garuda Indonesia ini sangat besar, panjang, dan mungkin bisa menampung ratusan orang. Boleh dikata ini adalah airport lounge terbesar yang pernah saya kunjungi seumur hidup saya.


Seperti pada gambar diatas, terdapat berbagai jenis seating di lounge ini. Yang pertama adalah kursi di sepanjang koridor, yang kedua adalah kursi di quiet zone yang terletak di tengah-tengah airport lounge ini, dan yang ketiga adalah kursi di dekat stasiun makanan yang juga merupakan ujung dari lounge ini.

Di sepanjang airport lounge ini, tersebar berbagai snack maupun drinks station yang menyajikan berbagai kudapan yang cukup lezat dan minuman yang segar. Hanya saja, apabila Anda mau makan berat (baca: cari kenyang), maka Anda perlu duduk di seating yang terletak di dekat stasiun makanan.

Kualitas kudapan yang disajikan cukup oke.

Untuk makanan berat, pada saat kunjungan saya ke airport lounge ini terdapat gudeg, krecek, opor ayam dan ketupat kuah yang disajikan. Saya terutama menyukai krecek-nya yang lembut dan penuh rasa, reccommended.

Di sekitar meja tersebut, dihidangkan pula makanan yang lebih ringan seperti mie baso, salad buah, salad sayur, gorengan, dan sebagainya. Cocok untuk Anda yang ingin ngemil.



Personal favorite saya di lounge ini sendiri adalah popcorn-nya. Terdapat mesin popcorn yang terletak di food station yang menyajikan 3 rasa yang berbeda yaitu asin, butter, dan plain. Saya secara pribadi sangat menyukai rasa butter dan plain karena tidak cepat membuat Anda eneg.

Penutup

Executive Lounge Garuda Indonesia T3 Domestik ini cukup bagus dengan ketersediaan seat yang sangat banyak dan menyajikan makanan yang cukup lezat. Hanya saja, saya secara pribadi lebih menyukai Executive Lounge Garuda Indonesia di kota Surabaya ataupun di Bali karena kesannya lebih eksklusif.

Salah satu kekurangan airport lounge ini adalah kurangnya ventilasi yang memadai. Apabila Anda duduk di seating dekat food station yang notabene sedikit ‘outdoor’ dan seringkali dipenuhi orang, maka Anda mungkin merasa kurang nyaman

Selain itu, Apabila Anda duduk di kursi yang jauh dari food station seperti di quiet zone ataupun di kursi yang terletak di koridor, maka Anda mungkin akan sedikit kesulitan membawa makanan-makanan tersebut karena food station yang ada di airport lounge ini hanyalah satu.

Apa pendapat Anda mengenai Garuda Indonesia Executive Lounge T3 Domestik Soekarno-Hatta?