Flight Review: Singapore Airlines Economy Class Boeing 777-300 Singapura – Jakarta

Setelah puas mengunjungi Jewel Changi Airport yang merupakan tujuan utama saya di Singapura, saya langsung mengejar penerbangan saya yang berangkat dari Terminal 2 Changi Airport. Karena ternyata saya menghabiskan waktu lebih lama dari yang saya perkirakan di Jewel Changi Airport (hampir 3 jam dari rencana semula hanya 2 jam), mau tidak mau saya harus sedikit berlari mengejar penerbangan saya agar tidak terlambat boarding. Berikut review penerbangan Singapore Airlines saya kali ini:

Nomor Penerbangan: SQ 966

Jenis Pesawat: Boeing 777-300

Rute: Singapore (SIN) – Jakarta (CGK)

Tanggal: Kamis, 11 April 2019

Waktu Berangkat: 18.30

Waktu Tiba: 19.20

Durasi Penerbangan: 1 jam 50 menit 

Kursi: 47C (Aisle)

Armada Boeing 777-300 dari Singapore Airlines memiliki konfigurasi kursi 3-3-3 untuk kelas ekonomi dan pada penerbangan ini saya memilih kursi 47C, yaitu aisle seat. Saya merupakan pecinta window seat tapi kali ini saya memilih aisle seat untuk sedikit perubahan suasana dan karena saya ingin banyak minum Singapore Sling dari Singapore Airlines yang terkenal 🙂 .

Duduk di aisle seat memudahkan Anda untuk mengakses toilet. Cocok untuk Anda yang berencana minum banyak di pesawat.

Uniknya, hanya aisle seat memiliki kursi wana coklat sedangkan middle seat dan window seat memiliki kursi warna biru.

Legroom dari penerbangan ini cukup memadai

Kabin ekonomi dari pesawat 777-300 Singapore Airlines memiliki formasi 3-3-3

Layaknya kursi pada penerbangan full-service pada umumnya, setiap dari kursi di kelas ekonomi dilengkapi dengan meja lipat yang bisa Anda lipat sekali atau dua kali sesuai dengan kebutuhan. Bedanya, untuk Singapore Airlines, meja lipat ini juga dilengkapi oleh vanity mirror yang bisa Anda gunakan untuk bercermin ataupun memasang kembali make-up Anda.

Penampakan meja lipat dalam kondisi separuh terlipat, terdapat kaca kecil di sisi kanan meja ini.

Penampakan meja lipat ketika akan digunakan untuk makan

Setiap dari kursi juga dilengkapi dengan headphone jack, colokan USB charger, dan In-Flight-Entertainment (IFE). Khusus untuk IFE, saya merasa kualitas gambar dan suara yang ada kurang bagus. Tetapi saya tidak bisa menyalahkannya mengingat sekali lagi pesawat yang saya gunakan ini sudah cukup berumur.


Proses boarding berlangsung cukup cepat dan setelah berada di udara dan lampu tanda sabuk pengaman sudah dipadamkan, saya langsung memesan minuman favorit saya di Singapore Airlines yaitu Singapore Sling.

Perlu Anda ketahui bahwa proses pembuatan minuman ini memakan waktu yang biasanya tidak sebentar. Rasanya? segar dengan hint kecut dan sedikit manis.

Singapore Sling merupakan minuman favorit saya ketika naik SQ, Dalam penerbangan ini, saya meminum 3 gelas.

Setelah menikmati gelas kedua Singapore Sling saya, meal service dimulai. Terdapat 2 pilihan makanan pada penerbangan ini yaitu chicken with rice atau pasta with sauce. Saya bukan penggemar berat pasta jadi saya memilih chicken with rice yang ternyata merupakan pilihan yang tepat.

Rasanya sangat nikmat sampai dengan titik di mana saya ingin ‘embo’ (tambah) 1 porsi lagi. Ayamnya sangat lembut, bumbu kari-nya meresap, gurih, dan sangat terasa. Jika ada satu hal yang tidak perlu diragukan pada penerbangan Singapore Airlines, hal tersebut adalah kualitas katering-nya.

Chicken with rice dari Singapore Airlines. Untuk kali ini, mereka menggunakan bumbu kari yang sangat gurih & lezat.

Selain hidangan utama, terdapat juga dessert berupa carrot cake yang cukup enak.

Saya banyak menghabiskan waktu menikmati makanan sembari berbincang dengan seat mate saya yang kebetulan orang asli Jakarta. Sesudah makan, saya menyempatkan diri mengecek lavatory (toilet) yang terdapat di bagian belakang kabin. It was sparkling clean!

Kelihatannya Singapore Airlines benar-benar menjaga kualitas penerbangannya walaupun di kelas ekonomi sekalipun. Walaupun tidak melihatnya, saya yakin cabin crew dari Singapore Airlines konstan membersihkan lavatory ini sesaat setelah digunakan.

Tidak lama berselang setelah saya kembali ke tempat duduk saya dan menghabiskan waktu beberapa saat untuk menonton film, pihak maskapai mengumumkan bahwa mereka sudah akan landing. Proses tersebut sendiri berlangsung cukup smooth dan seluruh penumpang turun dengan teratur.

Penutup

Apabila Anda terbang menggunakan Singapore Airlines, Anda bisa mengekspetasikan pelayanan yang memuaskan walau berada di kelas ekonomi sekalipun. Penerbangan kali inipun tidak terkecuali. Dengan cabin crew yang ramah, in-flight meal yang berada di atas ekspetasi saya, dan kualitas hard product yang memadai; Saya tidak meragukan bahwa Singapore Airlines akan terus menjadi salah satu airline terbaik di dunia.

Ditambah dengan fakta bahwa Singapore Airlines akan terus memugar armada mereka, saya tidak ragu bahwa kedepannya kualitas penerbangan Singapore Airlines akan konstan sama bagusnya atau bahkan terus meningkat setiap tahunnya. Penerbangan singkat Singapura – Jakarta ini sendiri membuktikan bahwa untuk rute short-haul sekalipun, Singapore Airlines tidak separuh hati dalam memberikan layanan yang terbaik untuk para penumpangnya.

Bagaimana pengalaman Anda terbang dengan Singapore Airlines?