Sebelum mengenal dunia miles dan poin, saya menggolongkan diri saya sebagai backpacker sejati. Hal tersebut berarti saya selalu terbang menggunakan maskapai jenis Low-Cost Carrier (LCC) macam AirAsia, Scoot, RyanAir, dan sebagainya dalam berpergian.

Apabila menggunakan maskapai berjenis full service sekalipun, saya seringkali terbang di kelas ekonomi. Dari belasan atau bahkan puluhan kali naik di kelas ekonomi, saya mempelajari beberapa trik yang bisa membuat penerbangan kelas ekonomi Anda lebih nyaman yang mana adalah:

1. Pindah ke kursi kosong (apabila ada) ketika pramugari sudah menyatakan ‘all aboard

Trik paling berguna yang saya pelajari setelah puluhan kali naik kelas ekonomi adalah pindah tempat duduk ketika awak kabin sudah menyatakan ‘all aboard’.

Jika Anda tidak tahu, Anda diperbolehkan untuk pindah ke tempat duduk manapun (selama kosong tentunya) termasuk deretan kursi yang berada di baris tengah untuk Anda tempati selama sisa perjalanan Anda.

Katakanlah Anda duduk di Kursi 62A dan Anda memiliki ‘tetangga’ di kursi 62C. Ketika awak maskapai sudah mengumumkan all aboard dan ternyata kursi 62 D E G atau 63 D E G kosong, maka Anda bisa pindah ke sana dan menempati ketiga kursi tersebut sekaligus yang nantinya bisa Anda ‘sulap’ menjadi tempat tidur sementara. Hal ini tentunya akan membuat perjalanan Anda jauh lebih nyaman terutama untuk penerbangan jarak jauh/long haul.

Konsep mengambil kursi ekonomi sederet yang kosong dan menyulapnya menjadi tempat tidur kurang lebih seperti ini 🙂

Banyak orang (terutama yang jarang naik pesawat) tidak mengetahui hal ini. Kunci dari trik ini adalah Anda harus proaktif bertanya pada awak kabin apakah pesawat sudah dalam kondisi all aboard. Diperlukan juga sedikit ketebalan muka untuk pindah ke deretan kursi kosong dan menempati keseluruhan kursi tersebut untuk Anda sendiri.

Saya sangat sering melakukan trik ini dan sejauh ini tidak pernah mengalami masalah apapun. Hanya saja, trik ini seringkali tidak berlaku di maskapai LCC yang menerapkan konsep pemilihan kursi berbayar seperti AirAsia, Scoot, dan sebagainya.

2. Memilih kursi di zona belakang

Terdapat 2 alasan utama kenapa Anda mau duduk di zona belakang: Jauh dari bassinet (keranjang bayi) dan kesempatan memperoleh kursi kosong yang lebih besar.

Lokasi bassinet hampir selalu pasti berada di bulkhead pesawat alias terletak di kursi paling depan dari suatu kabin. Oleh karena itu, akan bijaksana bagi Anda untuk menghindari duduk di zona depan karena apabila ternyata bassinet tersebut digunakan untuk bayi yang sering merengek/menangis dengan suara yang cukup keras, maka kemungkinan besar Anda tidak akan bisa tidur dengan pulas dan merasa terganggu.

Basinnet terletak di bagian bulkhead pesawat dan bisa sangat menganggu apabila ditempati oleh bayi yang sering merengek dengan keras.

Selain itu, kursi di zona belakang seperti pada baris 61, 62, 63, 64 di gambar diatas juga memiliki kelebihan tersendiri. Staff dari maskapai biasanya lebih memprioritaskan mengisi kursi di bagian depan terlebih dahulu karena hal tersebut mempermudah take-off pesawat.

Menggunakan logika tersebut, maka kursi di bagian belakang biasanya cenderung lebih kosong dibanding dengan kursi di bagian depan. Kembali ke Poin #1, kursi kosong tersebut bisa Anda manfaatkan untuk terbang dengan lebih nyaman 🙂


Baca juga: Seberapa Jauh 7.500 KrisFlyer Miles Bisa Membawa Anda

Baca juga: Flight Review – Garuda Indonesia Economy Class Boeing 737-800 Surabaya – Jakarta


3. Mencoba Peruntungan dengan Meminta Upgrade

Tips ini tentunya merupakan untung-untungan yang kemungkinannya cukup kecil. Namun, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencoba terutama apabila Anda adalah seorang member elit dari suatu maskapai (seperti GarudaMiles Platinum ataupun anggota PPS Club dari Singapore Airlines), Anda tidak perlu sungkan untuk bertanya apakah ada upgrade yang tersedia pada saat check-in bagasi. Apabila Anda bukan member elit sekalipun, kemungkinan Anda untuk memperoleh upgrade akan lebih besar jika Anda bertanya dan meminta. 

Terbang di kelas bisnis tentunya jauh lebih nyaman dibanding dengan terbang di kelas ekonomi. Kredit: Singapore Airlines.

Ingatlah bahwa Anda sudah dalam posisi nothing to lose ketika menggunakan kelas ekonomi. Jika Anda tidak berhasil meminta upgrade sekalipun, hal tersebut bukan berarti Anda akan dipindahkan ke bagasi ataupun penerbangan lain. Jadi, jangan sungkan untuk menanyakan pada ground crew maskapai apakah ada upgrade yang tersedia.

Anda juga bisa mencoba melakukan check in pada saat peak time (semakin oversold suatu penerbangan, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk memperoleh upgrade)

Bagaimana cara Anda untuk terbang dengan lebih nyaman di economy class?