Beberapa hari lalu, saya menulis bahwa Jet Airways tampaknya menuju kebangkrutan. Hari ini, Jet Airways secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan ‘berhenti beroperasi‘ karena tidak berhasil memperoleh investor baru. 

Secara praktis, ‘berhenti beroperasi’ merupakan istilah halus dari bangkrut bagi sebuah perusahaan penerbangan. Saya tidak mengetahui satupun perusahaan penerbangan yang ‘berhenti beroperasi’ untuk seluruh rute mereka dan kemudian beroperasi kembali. Jadi, saya menangkap hal ini sebagai kebangkrutan dari Jet Airways.

Kemungkinan besar, kita akan mengucapkan selamat tinggal selamanya pada Jet Airways.

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, tahun ini merupakan tahun yang berat bagi perusahaan penerbangan. Bulan lalu, maskapai WOW Air mengalami kebangkrutan yang mana menyebabkan penumpangnya terkatung-katung. Pada Februari lalu, 2 maskapai di Eropa yaitu FlyBmi dan Germania juga mengalami kebangkrutan. Dan sekarang (April 2019), Jet Airways resmi mengumumkan ‘berhenti beroperasi’.

Saya hanya berharap tidak akan ada lagi maskapai yang mengalami kebangkrutan di tahun 2019 ini walaupun kenyataannya adalah banyak sekali maskapai yang terkatung-katung (baca: sekarat) dalam menjalankan operasinya karena terus merugi.

Apa pendapat Anda mengenai situasi yang menimpa Jet Airways ini?