Selamat datang di trip intro perdana PinterPoin.

Mendengar banyak masukan dari pembaca, saya memutuskan untuk membuat artikel perkenalan trip seperti ini agar Anda bisa mengetahui rencana perjalanan saya lebih awal & memberikan saran atau masukan.

Tidak seperti saat saya masih berada di Amerika, pekerjaan saya di Indonesia saat ini cukup menyita waktu yang mengakibatkan hilangnya waktu untuk melakukan perjalanan. Oleh karena itu, saya akan memaksimalkan liburan ‘panjang’ kali ini untuk mengulas penerbangan dan tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.

Red Square di Moscow. Foto: CNN.

Destinasi

Saya akan mengunjungi Russia & Scandinavia pada bulan awal bulan Juni 2019. Berikut adalah kota-kota yang akan saya kunjungi selama berada di kawasan tersebut (tidak berurutan):

  • Russia
    • Moscow (Kota awal)
    • St. Petersburg
  • Finlandia
    • Helsinki
  • Swedia
    • Stockholm
    • Karlstad
    • Gothenburg
    • Malmo
  • Norwegia
    • Hamar
    • Geilo
    • Bergen
    • Gudvangen
    • Flam
    • Myrdal
    • Gol
    • Oslo
  • Denmark
    • Copenhagen (Kota akhir)

Pemandangan kota Copenhagen di Denmark. Foto: Lonely Planet.

Apabila ada kota yang saya lewatkan & wajib untuk dikunjungi, mungkin Anda bisa membagikan saran dan masukan 🙂

Penerbangan

Selain destinasi wisata yang akan dikunjungi, saya juga menikmati setiap detik dari perjalanan menuju ke destinasi tersebut, apalagi jika terbang di business atau first class 😉

Berikut adalah rute penerbangan dari pergi pulang yang akan saya tempuh:

  1. Jakarta – Muscat dengan Oman Air Economy Class* B787-9
  2. Muscat – Moscow dengan Oman Air Economy Class* B737-800
  3. Copenhagen – Vienna dengan Austrian Business Class A319
  4. Vienna – Istanbul (New Airport) dengan Turkish Airlines Business Class A330-300
  5. Istanbul – Singapore dengan Singapore Airlines Business Class 777-200ER
  6. Singapore – Jakarta dengan Singapore Airlines Regional Business Class A350-900

*Untuk penerbangan dengan Oman Air, saya memiliki opsi untuk upgrade ke business class dengan harga yang saya anggap cukup murah, namun belum saya putuskan.

Jika akan melakukan upgrade, maka hanya akan saya lakukan di rute Jakarta – Muscat yang menggunakan pesawat Boeing 787-9 dengan Apex Suites yang fenomenal. Oman Air mengijinkan upgrade per sektor penerbangan sehingga saya tidak harus melakukan upgrade di rute Muscat – Moscow yang akan dilayani oleh pesawat Boeing 737-800 yang kurang menarik bagi saya.

Kursi business class Singapore Airlines A380 akan saya dapatkan di pesawat Boeing 777-200ER. Kredit: UponArriving.

Saya berhasil menukarkan ‘hanya’ 49.000 KrisFlyer miles untuk penerbangan business class Singapore Airlines dari Eropa kembali ke Indonesia. Namun, untuk menghindari artikel yang terlalu panjang, maka saya akan membagikan sweet spot KrisFlyer tersebut pada artikel selanjutnya 😉

Saya telah menyusun itinerary sedemikian rupa agar bisa mengulas beberapa hal yang membuat saya sangat excited seperti:
  1. Terbang dengan Oman Air untuk pertama kalinya dan kemungkinan mencoba Apex Suites di pesawat Boeing 787-9 yang seringkali menuai pujian
  2. Hampir seluruh listing Airbnb yang saya temukan sangat menarik/atraktif dan ekonomis
  3. Membandingkan servis European business class dengan maskapai Austrian lalu melanjutkan dengan kursi lie-flat di business class Turkish Airlines A330
  4. Mencoba makanan dari catering Do & Co yang terkenal fenomenal pada penerbangan Austrian & Turkish Airlines
  5. Bisa mengunjungi bandara baru Istanbul & lounge business class Turkish Airlines baru
  6. Terbang untuk pertama kalinya di pesawat Boeing 777-200ER Singapore Airlines yang menggunakan kursi business class yang sama persis dengan pesawat A380 konfigurasi lama. Kursi ini masih memegang rekor dunia sebagai kursi business class terlebar di dunia.
  7. Mencoba terbang di pesawat A350 Singapore Airlines dengan konfigurasi regional yang sama dengan Boeing 787-10!

Kursi business class regional Singapore Airlines pada pesawat Boeing 787 dan Airbus A350.

Bagaimana saya akan bepergian selama di Russia & Scandinavia

Saya tidak akan terbang selama berada di Russia & Scandinavia agar bisa menikmati pemandangan. Metode transportasi yang akan saya gunakan cukup beragam, mulai dari bus, kereta, overnight cruise, dan menyewa mobil. Berikut adalah detilnya:

  1. Moscow ke St. Petersburg dengan kereta peluru Sapsan
  2. St. Petersburg ke Helsinki dengan bus
  3. Helsinki ke Stockholm dengan menginap di cruise Viking Line
  4. Stockholm hingga akhir perjalanan, saya akan menyewa mobil van dari Hertz

Kereta peluru Sapsan yang akan saya tumpangi dari Moscow ke St. Petersburg. Foto: Train Russia.

Akomodasi Penginapan

Selama perjalanan di Russia & Scandinavia, saya akan fokus menggunakan layanan Airbnb. Harga hotel di Scandinavia tergolong cukup mahal, apalagi jika harus memesan 2-3 kamar per malam.

Namun saya pribadi sangat tidak sabar untuk menginap di Airbnb yang telah saya pesan. Menurut saya, rata-rata Airbnb di Russia & Scandinavia sangatlah atraktif. Bahkan, beberapa Airbnb yang saya pesan digadang sebagai Scandic designer apartment.

Bagi Anda yang belum familiar dengan Airbnb, baca artikel yang saya tulis ini: Alasan Memilih Airbnb Ketimbang Hotel.

Apartemen di Helsinki yang saya sewa melalui Airbnb bisa menampung 6 orang dengan harga setara 1 kamar hotel bintang 3!


Belum mempunyai akun Airbnb?

Gunakan link pendaftaran khusus PinterPoin ini untuk mendapatkan potongan Rp 460.000 pada penginapan pertama anda (min. Rp 970.000) dan tambahan potongan Rp 172.500 untuk Airbnb Experience (min. Rp 640.000).


Rumah di Stockholm, Swedia, yang saya sewa melalui Airbnb.

Saya Membutuhkan Pendapat Anda

  • Saya akan melakukan transit selama 19 jam 20 menit di Muscat, Oman. Saya akan sampai di Muscat pada pukul 07.25 malam dan terbang ke Moscow esok harinya pada pukul 02.45 siang. Melihat jadwal tersebut, tidak banyak yang bisa saya lakukan selama transit saya di Muscat. Saya kini dihadapkan dengan beberapa opsi:
    • Mencoba peruntungan untuk mendapatkan kamar di Primeclass Lounge yang bisa saya akses dengan Priority Pass.
    • Memesan Aerotel, sebuah hotel yang terletak di secured area airport, sehingga saya tidak harus mengajukan visa on arrival untuk keluar ke Muscat. Namun harga yang ditawarkan cukup tinggi untuk ukuran hotel airport, yakni US $225!
    • Keluar ke Muscat dan mencari hotel diluar airport & mengunjungi Muscat di malam hari & pagi hari untuk periode singkat.

Primeclass Lounge di Muscat menyediakan fasilitas kamar tidur gratis layaknya hotel!

  • Saya akan melakukan transit selama 18 jam di Istanbul, Turki. Saya akan mendarat pada pukul 07.30 malam dan terbang esok hari pada pukul 01.30 siang. Sama dengan di Oman, transit ini sayangnya dilakukan pada malam hari sehingga tidak banyak aktivitas yang bisa saya lakukan diluar. Saya akan dihadapkan dengan beberapa opsi:
    • Jika memungkinkan, saya akan stay overnight di lounge business class terbaru Turkish Airlines. Namun sudah dipastikan saya tidak akan bisa menggunakan fasilitas kamar/suites yang khusus diperuntukkan bagi penumpang Turkish Airlines.
    • Saya akan keluar imigrasi dengan visa Schengen dan menginap di hotel yang dekat dengan bandara & mengunjungi kota Istanbul di malam hari.

Bagaimana pendapat Anda tentang rencana yang saya susun tersebut? Bagikan pendapat dan masukan Anda melalui kolom komentar di bawah