Selamat datang di laman tanya jawab seputar poin dan miles. Artikel ini saya dedikasikan untuk Anda yang mungkin masih belum memahami tentang poin dan miles pada umumnya.

Anda bisa terbang di first class Garuda Indonesia menggunakan poin kartu kredit atau miles! Foto: Garuda Indonesia.

Seringkali saya dihadapkan dengan pertanyaan mendasar tentang poin dan miles seperti:

  • Miles/mileage itu apa sih?
  • Apa sih yang bisa saya lakukan dengan poin atau miles saya?
  • Bagaimana saya bisa terbang atau menginap dengan menggunakan poin saya?
  • Apakah benar saya bisa terbang di kelas bisnis dengan poin kartu kredit?
  • Saya punya banyak poin dari beberapa kartu kredit saya, apakah semua poin nilainya sama?
  • Saya jarang sekali terbang, adakah cara lain untuk mendapatkan miles pesawat tanpa harus sering terbang?

Jika Anda tiba di artikel ini, mungkin Anda juga memiliki pertanyaan yang serupa.

  • Apa itu poin atau miles?

Poin dan miles adalah sejenis “imbalan” yang diberikan ketika Anda terbang/menginap/menggunakan kartu kredit. Setelah mencapai jumlah tertentu, poin dan miles tersebut bisa digunakan untuk banyak hal. Misalnya  untuk ditukarkan tiket penerbangan dan menginap di hotel.

Bagi saya, miles dan poin bisa disamakan dengan “mata uang asing” yang bisa dibelanjakan untuk banyak hal seperti penerbangan, menginap di hotel, cashback, dll.

Ibaratkan GarudaMiles sebagai Rupiah dan Singapore Airlines KrisFlyer sebagai dolar Singapura. Anda harus menggunakan poin dan miles secara bijak layaknya uang. Setiap orang akan memiliki valuasi poin yang berbeda-beda, tergantung dengan cara pemakaian dan kebutuhan.

currency

Ilustrasi mata uang asing.

Seringkali orang-orang tidak peduli atau tidak aware dengan poin yang mereka miliki. Sering saya jumpai orang yang menggunakan poin kartu kredit untuk menukar tiket menonton bioskop atau untuk membayar iuran tahunan.

Padahal, dengan menggunakan poin untuk hal-hal seperti itu, Anda telah kehilangan kesempatan untuk meningkatkan nilai poin atau miles secara signifikan. Bisa diibaratkan Anda dihadapkan dengan situasi seperti:


Anda memiliki 100.000 poin, yang bisa ditukarkan dengan:

  1. Menukar tiket nonton bioskop untuk 1 orang seharga Rp 50.000 dengan 10.000 poin (Rp 5 per 1 poin)
  2. Membayar iuran tahunan kartu kredit sebesar Rp 700.000 dengan 70.000 poin (Rp 10 per 1 poin)
  3. Menukar tiket kelas bisnis Garuda Indonesia sekali jalan ke London seharga Rp 27.000.000 dengan 90.000 poin (Rp 300 per 1 poin)

Apakah Anda melihat perbedaan mencolok pada perbandingan valuasi poin tersebut? Anda diberi pilihan dan kesempatan untuk menilai poin Anda sendiri, Rp 5, Rp 10 atau Rp 300 per 1 poin.


Anda bisa memaksimalkan nilai poin atau miles dengan teori simpel berikut:

Semakin kecil jumlah poin yang dibutuhkan untuk mendapatkan “A” + Semakin mahal harga yang harus dibayar dengan uang untuk mendapatkan “A”

Bukan berarti saya melarang untuk menggunakan poin yang Anda miliki sesuai dengan keinginan Anda. Namun, harus diperhatikan bahwa menggunakan poin dan miles harus Anda maksimalkan karena mengumpulkan poin tidak selalu mudah.

 

  • Apa yang bisa saya lakukan dengan poin dan miles?

80653241-34BE-4B46-AFAF-0B27C1F3368E

Gunakan poin atau miles anda untuk terbang di Singapore Airlines business class.

Jawaban singkatnya: Banyak sekali.

Anda ingin terbang di kelas bisnis atau bahkan first class? Atau mungkin menginap di hotel bintang 5?

Hal-hal tersebut bisa Anda wujudkan dengan poin dan miles, tanpa harus membayar puluhan atau ratusan juta!

IMG_7905

Anda bisa menggunakan poin dan miles untuk terbang di Singapore Airlines Suites seperti yang saya lakukan.

Saya telah merasakan terbang di kelas bisnis dan first class dengan maskapai-maskapai terbaik dunia seperti Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Cathay Pacific, Japan Airlines, ANA All Nippon Airways, EVA Air, American Airlines, Delta Airlines, United Airlines, Alaska Airlines, dst, dengan menggunakan miles tentunya!

 

  • Apakah semua poin dan miles setara?

Citi-Thankyou-Points-Transfer-Partners

Poin dan miles tidak diciptakan setara. Gambar: Citi Indonesia.

Jawabannya adalah tidak.

Sama halnya seperti mata uang asing, semua poin dan miles tidak memiliki nilai yang setara. Misalnya, Anda hanya membutuhkan 7.500 KrisFlyer miles untuk mendapatkan 1 tiket kelas ekonomi sekali jalan Jakarta – Singapura dengan Singapore Airlines.

Jika Anda memilih terbang menggunakan Garuda Indonesia & GarudaMiles, Anda harus menggunakan 12.500 GarudaMiles untuk rute penerbangan yang sama.

Padahal, kedua maskapai tersebut umumnya memiliki rasio transfer 1:1 dengan banyak kartu kredit di Indonesia.

Artinya, jika Anda akan menukarkan poin kartu kredit untuk penerbangan ke Singapura, maka akan lebih diuntungkan jika Anda menukarkan poin kartu kredit menjadi KrisFlyer miles ketimbang GarudaMiles.

Pada saat yang sama, Anda wajib untuk mengetahui earning rate kartu kredit Anda dan nilai dari poin yang Anda kumpulkan tersebut. Lihat contoh berikut:

Anda bisa mendapatkan 1 Citi PremierMiles setiap pembelanjaan sebesar Rp 8.750

1.000 Citi PremierMiles (setelah pemakaian kartu sebesar Rp 8.750.000) bisa mendapatkan 1.000 GarudaMiles (Rasio transfer 1:1)

v.s.

Anda mendapatkan 1 Citi Reward Point setiap pembelanjaan sebesar Rp 3.000

1.000 Citi Reward Point (setelah pemakaian kartu sebesar Rp 3.000.000) hanya mendapatkan 100 Garuda Miles (Rasio transfer 10:1), artinya anda harus memakai kartu anda sebesar Rp 30.000.000 untuk mendapatkan 1.000 GarudaMiles

Dilihat dari contoh perbandingan tersebut, jelas lebih baik bagi Anda untuk mengumpulkan PremierMiles dibanding Rewards Points.

 

  • Saya jarang terbang, adakah cara lain untuk mendapatkan miles tanpa harus sering terbang?

UOB PRVIMILES

Anda bisa mendapatkan 1 mile tiap pembelanjaan Rp 3.500 di luar negeri dengan menggunakan kartu kredit UOB PRVI Miles. Kredit Gambar: UOB Indonesia.

Banyak sekali cara-cara untuk mengumpulkan poin dan miles yang belum diketahui kebanyakan orang. Memang benar, dengan sering terbang atau menginap, Anda akan bisa mengumpulkan poin dan miles dengan cepat.

Namun nyatanya, cara mengumpulkan poin dan miles tercepat adalah melalui pengeluaran sehari-hari dengan kartu kredit. Contoh:

Rata-rata pengeluaran bulanan Anda adalah Rp 30.000.000 & Anda menggunakan kartu kredit seperti CIMB Niaga Visa Infinite (Rp 5.000 / 1 KrisFlyer miles). Maka, Anda akan mendapatkan 6.000 KrisFlyer miles per bulan dari pengeluaran tersebut.

Dalam setahun, Anda akan memiliki 72.000 KrisFlyer miles yang bisa ditukarkan untuk tiket business/first class!

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan bonus deposito, online shopping portal, transfer miles dari aplikasi sehari-hari seperti Grab, Telkomsel, dst.

Anda bisa membaca artikel PinterPoin tentang kartu kredit dan welcome bonus offer terbaik saat ini:

Kartu Kredit Travel & Welcome Bonus Terbaik Saat Ini

 

Penutup

Kenyataannya, poin dan miles masih tergolong “asing” bagi masyarakat Indonesia. Padahal, potensi keuntungan yang bisa dihadirkan sangatlah menarik dan menggiurkan. Jujur, saya sendiri tidak akan bisa merasakan terbang di business atau first class jika tidak mengenal poin dan miles. Bagi saya, rata-rata tiket penerbangan di kelas premium tersebut terlampau mahal.

PinterPoin hadir untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya poin dan miles yang bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan sungkan untuk menanyakan melalui kolom komentar di bawah.

Semoga artikel-artikel PinterPoin bisa membantu Anda untuk memahami cara kerja/mekanisme dari poin dan miles. Semoga juga saya bisa mendengar cerita Anda yang berhasil memanfaatkan poin dan miles untuk penerbangan mewah yang tidak terlupakan!

Apakah Anda sudah pernah memanfaatkan poin dan miles?