Malaysia Airlines melalui akun sosial medianya mengumumkan bahwa Kuala Lumpur International Airport (KLIA) akan menjadi silent airport selama Desember 2019.

Sistem tersebut akan di berlakukan di kedua terminal yaitu KLIA 1 dan KLIA 2. Tidak di sebutkan apakah sistem ini akan di berlakukan kedepannya atau tidak.

Papan pengumuman yang ada di terminal keberangkatan KLIA 2. Sumber KLIA2

Umumnya di bandara, para penumpang akan mendengar pengumuman mengenai berbagai status penerbangan. Contohnya, pada saat check-in, boarding dan final call. Bandara yang menerapkan sistem silent airport tidak akan menggunakan pengeras suara untuk mengumumkan hal-hal tersebut.

Seluruh informasi mengenai status penerbangan akan di umumkan dengan pengumuman tak bersuara seperti menggunakan papan pengumuman. Namun, saat dalam keadaan mendesak atau darurat, pengumuman suara akan digunakan.

Bandara-bandara yang menggunakan sistem silent airport

London City Airport (Inggris) mengumumkan bahwa pengumuman dengan pengeras suara hanya akan di pakai jika hal darurat terjadi atau pada saat cuaca yang ekstrim. Ini artinya tidak akan ada pengumuman untuk memanggil penumpang untuk boarding.

Di bandara Helsinki (Finlandia), pengumuman untuk penumpang hanya di lakukan di bagian gate untuk boarding saja.

Bandara Barcelona El Prat (Spanyol) juga telah menerapkan sistem ini dengan cara mengurangi pengumuman dengan pengeras suara. Bandara ini mengumumkan bahwa mereka tidak kan melakukan panggilan untuk boarding  atau last calls kecuali pada keadaan darurat

Di benua Afrika, ada 2 bandara yang telah menerapkan sistem ini yaitu bandara internasional OR Tambo dan Cape Town. Untuk bandara OR Tambo, silent airport hanya di lakukan di terminal domestik.

Sumber: Cape Town International Airport

Bandara Cape Town menerapkan sistem ini mulai bulan Maret 2018 dengan tidak menggunakan pengeras suara di seluruh terminal domestik. Untuk terminal internasional, pemakaian pengeras suara sangat di batasi penggunaannya.

Bandara-bandara di Asia seperti bandara internasional Chennai (India), Hong Kong dan Changi (Singapura) juga telah menerapkan sistem silent airport.

Juru bicara Changi Airport Group, Ivan Tan, mengatakan kepada media The Strait Times bahwa hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang tenang dan rileks di bandara yang sibuk. Sebagai hasilnya, para penumpang akan lebih fokus kepada pengumuman-pengumuman yang penting saja.

With more flights and passengers, maintaining the present frequency of announcements will mean noisier terminals and more interruptions in time to come. One concern is that passengers may pay less attention to the announcements made over the public address system, crowding out the more critical announcements.

Penutup

Mengenai penerapan sistem silent airport ini, ada beberapa tanggapan positif dan negatif yang muncul. Ada yang mengatakan bahwa suara dari pengeras suara adalah suatu ciri khas dari bandara, jika silent airport di terapkan, ciri khas bandara akan hilang. Ada juga yang berpikiran bahwa polusi suara memang harus di kurangi khususnya di bandara.

Silent airport ke depannya mungkin akan diterapkan oleh bandara-bandara lainnya. Oleh karena itu, anda harus selalu mengecek jadwal penerbangan anda di papan informasi (pengumuman) untuk menghindari keterlambatan atau ketinggalan pesawat.

Apakah anda setuju dengan penerapan sistem silent airport ini?