Marriott mengumumkan kebocoran data yang melibatkan lebih dari 500 juta pelanggan. Data tersebut berhasil diakses melalui database reservasi Starwood yang belum lama ini telah bergabung dengan Marriott.

Marriott mengalami kebocoran data 500 juta pelanggan!

Dilansir dari Marriott, data-data yang bocor berupa:

  • Nomor kartu kredit dan tanggal masa berlaku
  • Alamat
  • Nomor telepon
  • Alamat email
  • Nomor paspor
  • Informasi akun Starwood Preferred Guest
  • Tanggal lahir
  • Tanggal kedatangan dan kepergian
  • Data reservasi hotel
  • Communication preferences

Marriott sudah menerima peringatan sejak bulan September kemarin terkait kebocoran data. Ternyata sejak tahun 2014, Marriott sudah mendeteksi adanya akses ilegal ke database perusahaan.

Jika anda pernah menginap di hotel SPG pada periode 2014 hingga 10 September 2018, maka kemungkinan besar anda terkena imbas dari kebocoran data ini. Namun sepertinya data yang bocor dari tiap pelanggan berbeda-beda. Marriott hari ini akan mengirimkan email notifikasi untuk para pelanggan yang kemungkinan datanya telah bocor.

Marriott juga menyediakan website untuk membantu anda yang merasa terancam oleh kebocoran data ini.

Kebocoran Data Marak Terjadi

Sepertinya akhir-akhir ini sedang marak terjadi kebocoran data yang menimpa maskapai dan hotel. Sebelumnya, Cathay mengumumkan kebocoran data 9,4 juta penumpangnya. Saya menjadi salah satu korban, namun untungnya hanya nama dan alamat saya saja yang berhasil diretas.

Data 9,4 Juta Penumpang Cathay Pacific Bocor

Update Kebocoran Data Cathay Pacific: Informasi Nama dan Alamat Saya Dicuri!

Semoga masalah ini cepat terselesaikan dan tidak ada pihak yang dirugikan