Lounge Singapore, Ulasan Lounge

Ulasan: The Private Room Changi Airport Singapore

P

Part 1: Singapore Airlines Suites A380 New York to Frankfurt

Part 2: Singapore Airlines Suites A380 Frankfurt to Singapore

Part 3: Singapore Airlines Suites A380 Singapore to Hong Kong

Lounge: The Private Room Changi Airport Singapore


Setelah perjalanan panjang dari Portland (PDX) – Los Angeles (LAX) – New York (JFK) – Frankfurt (FRA) – Singapore (SIN), jujur badan saya sudah terasa sangat lelah untuk penerbangan ke Hong Kong (HKG) ini. Menurut saya, penerbangan panjang memang sangat melelahkan bahkan jika anda terbang di Business Class atau First Class sekalipun.

Untungnya, sebagai penumpang kelas Suites, saya diberikan akses ke The Private Room. Lounge ini hanya bisa diakses oleh penumpang First Class yang akan terbang di pesawat Singapore Airlines. Jadi, jika anda terbang di First Class milik maskapai partner Singapore Airlines seperti ANA, anda tidak mendapat akses ke lounge ini. Melainkan, terdapat lounge First Class yang terletak sebelum The Private Room yang bisa diakses oleh penumpang First Class maskapai partner Singapore Airlines.

Dengan waktu transit yang cukup singkat, yakni sekitar 1 jam 50 menit, saya bergegas menuju ke lounge paling eksklusif di Changi Airport Singapore ini. Untuk memasukin lounge, anda harus melewati SilverKris Lounge dan First Class lounge. Jadi, The Private Room adalah lounge di dalam lounge di dalam lounge. Eksklusif!

Sesampainya di SilverKris Lounge terminal 3, lounge attendant kemudian memeriksa boarding pass saya dan kemudian di escort menuju ke The Private Room.

SilverKris AUSBT

Untuk memasuki The Private Room, anda harus menuju ke SilverKris Lounge Terminal 3. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

BClounge.jpg

SilverKris Lounge berfungsi sebagai Business Class Lounge. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

FClounge.jpg

First Class section yang ditujukan bagi penumpang First Class yang terbang dengan maskapai partner Singapore Airlines seperti ANA, Lufthansa, dan Swiss. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

maxresdefault

Setelah berjalan melewati 2 lounge, akhirnya saya tiba di The Private Room yang bisa dibilang merupakan lounge paling eksklusif di Changi Airport Singapore.

Sesampainya di lounge, saya langsung menuju ke shower room untuk mandi. Berikut foto-foto shower room di dalam The Private Room bagi anda yang tertarik untuk melihat.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Lounge ini terbilang cukup luas dan tenang karena akses yang cukup sulit untuk didapatkan. Lounge ini terdiri dari area duduk dengan sebuah TV besar, kursi individual, fine dining area, working area dengan komputer dan beberapa ruangan kecil tertutup untuk melakukan panggilan telepon.

OMAAT TPR

The Private Room. Kredit Gambar: One Mile at a Time.

ausbt

Anda bisa bersantai dengan kursi individual yang menjamin privasi anda. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

tv samchui

Anda bisa menonton televisi sambil bersantai di The Private Room. Kredit Gambar: Sam Chui.

Location Rebel TPR

Fine Dining area. Kredit Gambar: Location Rebel.

ausbt4

Fine Dining area. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

buffet ausbt.jpg

Buffet area. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

ausbt5

Ruangan tertutup yang bisa anda gunakan untuk mendapatkan privasi lebih. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

Setelah duduk, saya dihampiri oleh seorang butler dan diberikan menu sarapan. The Private Room menyediakan fasilitas à la carte dining, anda bisa memesan makanan dari menu yang telah disediakan. Chef akan menyajikan makanan anda ala fine dining. Saya memilih dim sum didampingi segelas teh chrysanthemum. Untuk champagne, The Private Room menyediakan Piper Heidsieck Rare Millesime dan Charles Heidsieck untuk para penumpangnya, not bad.

862,1083-56ce7d966e1c4e50a6f97268767f2254-singapore-airlines-the-private-room-first-class-lounge-review-menu-1000b.jpg

Menu makanan The Private Room. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

menu2

Menu makanan The Private Room. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

IMG_7891 copy.jpg

Segelas Champagne Piper Heidsieck Rare Millesime dan segelas air putih.

IMG_7892.jpg

Dim Sum dan teh chrysanthemum untuk sarapan kali ini.

Jika anda memulai perjalanan anda dari Singapore (SIN), anda bisa menggunakan fasilitas check in khusus First Class di terminal 3 Changi Airport.

ausbt2

Anda bisa menuju langsung ke terminal khusus penumpang First Class di terminal 3 Changi Airport. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

AUSBT1

Pintu masuk First Class. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

TPR AUSBT.jpg

Check in area untuk penumpang First Class. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

ausbt3

Fast track imigrasi bagi penumpang First Class. Dari sini, anda bisa langsung menuju ke The Private Room. Kredit Gambar: Australian Business Traveller.

Kekurangan

Setiap lounge pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kekurangan The Private Room menurut pendapat saya:

  • Shower room terpisah dengan area mencuci tangan dan closet sehingga harus berpindah-pindah.
  • Tidak ada fasilitas buggy ride menuju ke gate, jika gate anda terletak cukup jauh dari lounge, anda harus berjalan kaki.
  • Tidak ada fasilitas massage seperti di lounge first class maskapai lain.

Penutup

Secara keseluruhan, The Private Room memang merupakan lounge paling eksklusif di Changi Airport. Jika anda terbang di First Class atau Suites Singapore Airlines, pastikan anda tidak melewati kesempatan untuk merasakan lounge ini.

Menarik untuk disimak karena Singapore Airlines berencana untuk membangun sebuah lounge baru untuk menggantikan The Private Room yang terbilang sudah cukup tua.

Catatan: Mohon maaf karena beberapa foto merupakan suntingan dari blog lain. Ponsel saya mendadak mati tidak lama setelah saya berada di dalam lounge dan baru menyala kembali tidak lama setelah saya di dalam pesawat.

Apa pendapat anda tentang The Private Room?

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme by Anders Norén

BoardingArea
%d blogger menyukai ini: