Halo,

Selamat datang di postingan perdana PinterPoin. Blog ini resmi dimulai pada bulan April 2018 dan menjadi satu-satunya blog di Indonesia yang akan membahas dan mengulas seputar poin, mileage, kartu kredit, promosi, dunia perhotelan, dan dunia penerbangan. Saya akan mengubah pandangan anda tentang poin, mileage dan membantu anda untuk memaksimalkan penggunaan poin, mileage, dan kartu kredit anda.

Perkenalkan,

Nama saya Vincent Tan, saya terobsesi dengan dunia penerbangan dan khususnya travel di kelas premium tanpa harus menguras dompet. Pasti banyak dari kalian bertanya bagaimana caranya untuk terbang di kelas bisnis dan menginap di hotel berbintang tanpa harus membayar mahal. Caranya tidak serumit yang anda bayangkan, yaitu dengan memanfaatkan poin kartu kredit, poin member hotel dan mileage maskapai penerbangan yang anda miliki secara maksimal.

Jadi, apa alasan saya memulai blog ini?

Semua berawal dari tahun 2013 saat saya berangkat untuk kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Saya harus menempuh perjalanan udara panjang atau long-haul flight pertama saya. Total durasi perjalanan dari Jakarta (CGK) menuju Seattle (SEA) adalah 19 jam, sudah termasuk 3 jam transit di Taipei (TPE).

Sebagai seorang aviation geek, saya sangat antusias untuk perjalanan kali ini karena sejak kecil saya selalu memimpikan untuk terbang di dalam pesawat Boeing 747-400 dan duduk di lantai atas pesawat. Sejak kecil, saya sangat gemar untuk mengamati dan membedakan pesawat baik yang sedang mengudara ataupun terparkir di bandara. Saya selalu merasa excited saat harus menjemput atau mengantar kerabat ke bandara Soekarno-Hatta karena itu berarti saya berkesempatan untuk melihat pesawat secara dekat disana. Maskapai favorit saya adalah Singapore Airlines, saya bisa dibilang seorang SQ fanboy karena sejak kecil saya hanya mendengar reputasi baik tentang SQ dari orang tua dan kerabat saya. Sayang sekali karena saat ini Boeing 747-400 telah banyak di pensiunkan oleh maskapai dunia, jika anda memiliki kesempatan untuk merasakan terbang dengan Boeing 747, saya sarankan segera sebelum Queen of the Skies menjadi semakin langka.

sia-b747

Singapore Airlines Boeing 747-400. Credit Gambar: Singapore Airlines.

Well, keinginan saya untuk terbang dengan Boeing 747 dan duduk di lantai atas akhirnya terwujud setelah sekian lama karena maskapai yang saya pilih untuk penerbangan ke Seattle, EVA Air, memilih untuk memanfaatkan lantai 2 pesawat Boeing 747-400 untuk kelas ekonomi saja. Tidak seperti maskapai lainnya yang memanfaatkan lantai 2 Boeing 747 untuk kelas bisnis atau first class. Itu berarti saya sebagai penumpang ekonomi mempunyai fleksibilitas untuk memilih duduk di lantai 1 atau 2, bingo!

oIKcqH_2

EVA Air Boeing 747-400. Credit Gambar: EVA Air.

Kabin lantai 2 pesawat 747-400 terasa seperti kabin Boeing 737 karena konfigurasi single aisle dengan kursi 3-3 yang umum ditemui di pesawat short-haul seperti Boeing 737 dan Airbus A320. Namun, excitement saya harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa saya diharuskan untuk duduk dikelas ekonomi selama 16 jam yang tentunya akan menjadi pengalaman yang sangat melelahkan bagi kebanyakan traveler, termasuk saya. Dunia terasa berbeda sekali saat duduk di kursi kelas ekonomi dengan kelas bisnis. Anda bisa mengubah kursi anda untuk menjadi ranjang flat bed 180 derajat sehingga anda bisa berbaring lurus dengan nyaman. Anda akan disajikan makanan layaknya anda sedang makan di restoran mewah. Bayangkan betapa nyamannya fasilitas yang anda dapatkan dengan terbang di kelas bisnis!

3325138995_e029b40674_b

Kabin ekonomi di lantai 2 pesawat Boeing 747-400 milik EVA Air. Credit Gambar: Luke Lai via flickr.

Saat saya berjalan keluar dari pesawat untuk menginjakkan kaki pertama kalinya di Amerika, saya berkesempatan mengintip ke kabin kelas bisnis dan berkata kepada diri sendiri, one day I’ll be there so I can arrive well-rested.

Sampai detik saya menulis artikel ini, saya telah mengakumulasikan lebih dari 1 juta point dalam bentuk miles airline dan point hotel. Saya telah merasakan terbang di kelas premium maskapai terbaik dunia seperti Suites Singapore Airlines, First Class American Airlines, Business Class Cathay Pacific, Garuda Indonesia, Malaysia Airlines, Delta Airlines, dan lainnya.

Disini, anda akan bisa belajar bagaimana cara memanfaatkan poin dan miles yang anda miliki dengan benar. Setiap informasi penting mengenai poin, miles, diskon, dan lain lain, akan saya tulis di blog ini. Menurut saya, ada banyak sekali kesempatan bagi anda untuk meng-upgrade pengalaman travel anda yang tanpa disadari bisa anda realisasikan dengan mudah.

Semoga dengan adanya blog ini, setiap orang bisa merasakan pengalaman travel di kelas premium tanpa harus membayar mahal. Cita-cita saya adalah bisa melihat dan mendengar cerita dari pembaca saya tentang bagaimana mereka telah berhasil untuk memaksimalkan poin dan miles yang mereka miliki untuk terbang dengan kursi flat-bed ataupun menginap di hotel mewah. Sebelum mengakhiri artikel ini, saya ingin menekankan bahwa tidak ada yang gratis. Miles dan poin yang anda miliki adalah “mata uang asing” yang anda miliki. Prinsipnya adalah anda harus mengumpulkan miles atau poin sebelum anda bisa menggunakannya sama seperti anda mengumpulkan uang untuk digunakan dengan bijak nantinya.

Terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di post selanjutnya.

Vincent

PinterPoin